Suara Buzz Lightyear Dianggap Tua, Tim Allen Kembali ke Pelatih Vokal
Baca dalam 60 detik
- Tim Allen menjalani latihan vokal setelah kru produksi menilai suara Buzz Lightyear-nya terdengar uzur saat rekaman Toy Story 5.
- Pelatih dari New York City Opera mengajarkan Allen teknik pemanasan vokal ala penyanyi opera untuk menjaga performa karakter.
- Toy Story 5 akan menghadirkan konflik baru: kehadiran tablet pintar Lilypad yang mengancam posisi para mainan di hati Bonnie.

Tiga dekade setelah pertama kali mengisi suara Buzz Lightyear, Tim Allen harus kembali ke bangku pelatihan vokal. Aktor berusia 73 tahun itu mendapat masukan dari kru rekaman bahwa intonasi karakternya terdengar "tua" saat memulai produksi Toy Story 5.
Allen mengaku sempat bingung menerima komentar tersebut. Dalam wawancara dengan Entertainment Weekly, ia menceritakan bahwa para teknisi studio dengan halus menyampaikan bahwa suara Buzz "terdengar sedikit uzur". "Saya tidak tahu harus menanggapinya bagaimana," ujar Allen. Ia kemudian dirujuk ke seorang pelatih vokal dari New York City Opera yang meyakinkannya bahwa usia bukanlah masalah, melainkan kebiasaan pemanasan suara yang selama ini terabaikan.
Pelatih tersebut menjelaskan bahwa pada usianya, pita suara memerlukan persiapan sebelum memasuki karakter. "Kamu tidak bisa langsung melompat ke dalamnya," kata sang pelatih. Allen pun mempelajari serangkaian latihan vokal yang biasa dilakukan penyanyi opera dan pelaku Broadway. Ia menyadari bahwa memerankan Buzz membutuhkan "modulasi yang sangat spesifik" yang tidak bisa dihasilkan tanpa pemanasan yang tepat. "Mungkin karena saya sudah seperti berusia 900 tahun sekarang," canda Allen.
Sementara itu, rekan main Allen, Tom Hanks, memiliki pendekatan berbeda untuk menghidupkan Woody. Aktor pemenang Oscar itu mengaku harus mengubah sumber suaranya dari leher ke diafragma. "Itulah satu-satunya cara Woody berbicara!" ujar Hanks. Ia juga mengungkapkan kekagumannya bahwa ia masih menjadi bagian dari waralaba ini lebih dari 30 tahun setelah film pertama. "Tak satu pun dari kami percaya kami masih ada di sini," katanya kepada People.
Sinopsis resmi Toy Story 5 yang dirilis Pixar memberikan gambaran tentang konflik baru. Kali ini, Buzz, Woody, Jessie, dan mainan lainnya harus berhadapan dengan Lilypad, sebuah perangkat tablet canggih yang datang dengan ide-ide disruptif tentang apa yang terbaik untuk Bonnie, pemilik mereka. Pertanyaan yang diajukan sinopsis: "Akankah waktu bermain tetap sama?"
Bagi penggemar di Indonesia, waralaba Toy Story memiliki tempat khusus. Film pertama yang dirilis pada era 1990-an menjadi salah satu pintu masuk animasi komputer ke pasar Tanah Air. Kesetiaan penggemar terhadap karakter-karakter ini terlihat dari antusiasme menyambut setiap sekuel, termasuk Toy Story 4 yang sukses di bioskop Indonesia. Kehadiran Toy Story 5 diprediksi akan kembali menarik penonton lintas generasi, terutama dengan tema yang relevan: benturan antara mainan tradisional dan gawai modern.
Pertanyaan besarnya, akankah Pixar mampu mempertahankan kualitas emosional yang menjadi ciri khas seri ini di tengah premis yang semakin futuristik? Atau justru Lilypad akan menjadi refleksi cerdas tentang bagaimana teknologi mengubah cara anak-anak bermain? Jawabannya baru akan diketahui saat film tayang, yang hingga kini belum diumumkan jadwal rilis pastinya.



