Cinta di Usia Senja: Jane Seymour dan John Zambetti Buktikan Cinta Tak Kenal Waktu
Baca dalam 60 detik
- Aktris Jane Seymour (75) dan musisi John Zambetti (78) mengumumkan pertunangan setelah tiga tahun berpacaran, menyebut hubungan mereka sebagai 'keajaiban'.
- Pasangan ini mendorong orang-orang untuk tetap terbuka terhadap cinta di usia lanjut, menekankan bahwa kebahagiaan bisa datang kapan saja.
- Pernikahan kelima Seymour ini menyoroti tren meningkatnya hubungan di usia senior, yang juga relevan dengan perubahan pola pikir di Indonesia tentang cinta di usia tua.

Jane Seymour, aktris legendaris berusia 75 tahun, dan John Zambetti, musisi berusia 78 tahun, mengumumkan pertunangan mereka setelah tiga tahun menjalin hubungan. Pasangan ini menyebut cinta mereka sebagai sebuah "keajaiban" dan mendorong orang lain untuk tidak menutup diri terhadap kemungkinan menemukan cinta di usia senja.
Dalam wawancara dengan Fox News Digital, Zambetti mengungkapkan bahwa kunci menemukan cinta di usia lanjut adalah dengan tetap terbuka. "Jangan berdiam diri di dalam cangkang, bukalah diri, karena semuanya ada di luar sana. Ini adalah keajaiban menurut saya," ujarnya. Seymour pun setuju, menambahkan bahwa ia tidak percaya bisa menemukan pasangan yang sempurna di tahap hidupnya saat ini. "Saya mencintainya. Saya tidak percaya saya cukup beruntung menemukan orang yang tepat di waktu ini. Sebelumnya saya tidak tersedia, dan dia juga tidak. Jadi, sekaranglah waktunya," katanya.
Hubungan ini menjadi sorotan karena keduanya sama-sama memiliki karier yang sibuk. Seymour, yang dikenal lewat serial "Harry Wild", mengaku bahwa saling mendukung menjadi fondasi kebahagiaan mereka. "Dia mengerti bahwa saya mencintai pekerjaan saya, dan saya mengerti betapa dia mencintai pekerjaannya. Kami saling mendukung secara setara. Saya pergi syuting film, dia ada di sana. Saya berbalik, dia sudah merilis empat album. Luar biasa," ujar Seymour. Ia juga menjadi inspirasi bagi Zambetti dalam berkarya, yang kemudian menulis beberapa lagu untuknya.
Kisah cinta Seymour dan Zambetti menarik perhatian karena menunjukkan bahwa cinta tidak mengenal usia. Di Indonesia, fenomena serupa mulai terlihat, meskipun masih dianggap tabu oleh sebagian masyarakat. Psikolog klinis dari Universitas Indonesia, Dr. Rini Hildayani, menilai bahwa semakin banyak lansia yang berani mencari pasangan di usia senja, didorong oleh perubahan nilai sosial dan peningkatan harapan hidup. "Masyarakat mulai lebih terbuka terhadap gagasan bahwa kebahagiaan emosional tidak berhenti di usia tertentu. Namun, masih ada stigma yang perlu diatasi," ujarnya.
Seymour sendiri mengaku tidak pernah menyangka akan menemukan hubungan yang serius di usianya sekarang. Dalam wawancara dengan Hello! magazine, ia mengatakan, "Saya benar-benar tidak pernah berpikir akan menemukan hubungan yang benar-benar berkomitmen, sehat, dan penuh cinta di tahap hidup saya ini. Tapi saya sangat diberkati. Saya merasa kami berdua sangat beruntung bertemu di waktu yang tepat, karena sebelumnya tidak akan pernah berhasil. Dia memiliki kehidupan yang berbedaโdunianya adalah pengobatan dan tur, sementara saya keliling dunia membuat film. Saya pikir kami bertemu tepat pada waktunya."
Pertunangan ini menjadi bukti bahwa cinta bisa hadir kapan saja, bahkan di usia yang tidak lagi muda. Pertanyaannya, apakah masyarakat Indonesia siap menerima realitas bahwa cinta di usia senja bukan lagi sekadar angan-angan, melainkan pilihan hidup yang sah?



