Gempa M 6,7 Guncang Palu: Kantor Bupati Sigi Rusak, Longsor Hambat Akses
Baca dalam 60 detik
- Gempa berkekuatan M 6,7 yang berpusat di perairan dekat Palu menyebabkan kerusakan sedang pada Kantor Bupati Sigi dan sejumlah bangunan di Kota Palu.
- BMKG mencatat 20 gempa susulan dengan magnitudo terbesar 5,1, sementara guncangan terkuat mencapai skala VII MMI di Kabupaten Sigi.
- BPBD melaporkan longsor di Gunung Kamarora serta gangguan akses jalan di beberapa titik, dengan tim reaksi cepat dikerahkan untuk pendataan dampak.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8260359/original/038934600_1781588341-1.jpg)
Gempa bumi magnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah Palu dan sekitarnya pada Selasa (16/5/2026) pagi mengakibatkan kerusakan pada sejumlah infrastruktur, termasuk Kantor Bupati Kabupaten Sigi yang mengalami kerusakan kategori sedang. Guncangan yang terasa hingga delapan kabupaten di Sulawesi Tengah ini memicu longsor di kawasan Gunung Kamarora dan memutus akses jalan di beberapa titik pegunungan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa gempa utama terjadi pada pukul 09.30 WITA dengan episenter di darat sekitar 10 kilometer barat laut Palu. Hingga pukul 12.00 WIB, telah tercatat 20 kali gempa susulan dengan magnitudo terbesar 5,1. Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, menyatakan bahwa guncangan dirasakan cukup kuat di sejumlah wilayah, dengan intensitas tertinggi mencapai skala VII MMI di Kabupaten Sigiโlevel yang dapat menyebabkan kerusakan ringan hingga sedang pada bangunan yang tidak dirancang tahan gempa.
Selain Kantor Bupati Sigi, sejumlah bangunan di Kota Palu juga dilaporkan rusak, antara lain Hotel Santika, sebuah kafe, Hotel Best Western, dan Auditorium Universitas Tadulako. Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG dalam jumpa pers menyebutkan bahwa kerusakan yang dilaporkan masih bersifat non-struktural dengan kategori sedang. Tim BMKG telah diterjunkan ke lapangan untuk melakukan survei langsung dan memverifikasi dampak di lokasi terdampak.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah melaporkan bahwa getaran gempa juga dirasakan di delapan kabupaten lain di provinsi tersebut. Di Kabupaten Sigi, selain longsor di Gunung Kamarora, beberapa bangunan roboh dan saluran air terputus. Sementara di Parigi Moutong dan Poso, sejumlah bangunan mengalami kerusakan dan akses jalan di kawasan Napu terganggu. Kepala Pelaksana BPBD Sulawesi Tengah, Asbudianto, mengonfirmasi bahwa longsor diduga dipicu oleh guncangan gempa dangkal dan berdampak pada gangguan akses di wilayah pegunungan.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD dari seluruh kabupaten terdampak telah diturunkan untuk melakukan asesmen dan pendataan lanjutan. Asbudianto menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah memastikan kondisi masyarakat, infrastruktur, serta potensi dampak susulan di wilayah rawan. Hingga siang hari, belum ada laporan korban jiwa, tetapi pendataan masih terus berlangsung.
Gempa ini menjadi pengingat akan kerentanan Sulawesi Tengah terhadap aktivitas seismik, mengingat kawasan ini berada di jalur sesar aktif. Pemerintah daerah bersama BMKG dan BPBD terus memantau perkembangan, sementara masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan dan tanah longsor susulan, terutama di daerah perbukitan. Pertanyaan yang kini mengemuka adalah seberapa cepat proses rehabilitasi infrastruktur publik dapat dilakukan, mengingat pengalaman gempa Palu 2018 yang memakan banyak korban dan kerugian besar.