PSI Bantah Blusukan Jokowi ke Lampung Sebagai Safari Politik: Hanya Penuhi Undangan
Baca dalam 60 detik
- PSI menegaskan rangkaian kunjungan Jokowi ke berbagai daerah, termasuk Lampung, bukanlah agenda politik melainkan respons terhadap undangan masyarakat dan partai.
- Jokowi dijadwalkan mengunjungi Lampung pada 26-28 Juni 2026, dengan persiapan perizinan yang diklaim sudah mencapai 80 persen oleh panitia penyelenggara.
- Terkait isu Jokowi menjabat Ketua Dewan Pembina PSI, partai meminta publik bersabar menunggu pengumuman resmi.

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dengan tegas membantah narasi bahwa rangkaian kunjungan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) ke sejumlah daerah merupakan safari politik. Wakil Ketua Umum DPP PSI, Isyana Bagoes Oka, menyatakan bahwa kegiatan tersebut murni untuk memenuhi undangan dari masyarakat dan pihak-pihak terkait, termasuk agenda internal partai.
"Sebenarnya ini bukan safari politik. Ini lebih ke arah bagaimana memenuhi undangan-undangan dari masyarakat, termasuk juga kalau ada kegiatan-kegiatan di PSI," ujar Isyana usai acara santunan anak yatim dan dhuafa di kantor DPP PSI, Jakarta Pusat, Selasa (16/6). Ia menambahkan bahwa kondisi kesehatan Jokowi yang sudah pulih menjadi faktor pendorong untuk mulai aktif kembali memenuhi undangan yang sempat tertunda.
Pernyataan ini muncul di tengah spekulasi publik bahwa rangkaian perjalanan Jokowi ke berbagai daerah, yang dimulai dari Provinsi Lampung pada 26-28 Juni 2026, merupakan langkah awal membangun popularitas jelang kemungkinan peran barunya di PSI. Isyana menegaskan bahwa tidak ada agenda politik tersembunyi di balik kunjungan tersebut. "Pak Jokowi sudah menyampaikan bahwa ini adalah bagian dari rencana untuk memenuhi undangan-undangan karena kondisinya sekarang sudah sehat," imbuhnya.
Ketua Umum Relawan Brigade Rakyat Nusantara (BRN), Relly Reagen, yang turut serta dalam persiapan, memastikan bahwa seluruh aspek teknis dan perizinan telah diurus. "Persiapan sudah matang, izin-izin lokasi sudah siap. Sudah 80 persen lah," katanya usai bertemu Jokowi di kediamannya di Solo, Jawa Tengah, Senin (15/6). Relly mengungkapkan bahwa timnya bersama PSI telah bekerja sama untuk memastikan kelancaran agenda Jokowi di Lampung.
Isu mengenai Jokowi yang akan menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina PSI masih menjadi tanda tanya besar. Saat dikonfirmasi, Isyana hanya meminta publik untuk bersabar. "Kita tunggu saja siapnya," ucapnya singkat. Pernyataan ini justru memicu spekulasi bahwa pengumuman resmi mungkin akan segera dilakukan, mengingat intensitas pertemuan antara Jokowi dan petinggi PSI belakangan ini.
Bagi pengamat politik, langkah Jokowi yang mulai aktif turun ke daerah setelah lengser dari kursi presiden memang menarik dicermati. Meski PSI membantah muatan politik, publik tetap menunggu apakah rangkaian kunjungan ini akan berujung pada deklarasi dukungan atau bahkan keterlibatan langsung Jokowi dalam kontestasi politik mendatang. Yang jelas, agenda Lampung akan menjadi ujian pertama seberapa besar daya tarik Jokowi di luar Istana.



