Ramadhan Sananta Resmi Berseragam Persebaya: Harapan Baru di Lini Depan Green Force
Baca dalam 60 detik
- Persebaya Surabaya mengumumkan perekrutan striker Timnas Indonesia Ramadhan Sananta untuk Liga Super 2026/2027.
- Sananta, yang sebelumnya membela Persis Solo, dikenal sebagai penyerang lokal dengan naluri gol tinggi dan pengalaman internasional.
- Kehadirannya diharapkan memperkuat daya gedor Persebaya yang tengah melakukan pembenahan skuad besar-besaran.

Persebaya Surabaya akhirnya mengonfirmasi perekrutan yang telah dinanti-nantikan pendukungnya: penyerang Timnas Indonesia, Ramadhan Sananta, resmi menjadi bagian dari skuad Bajul Ijo untuk musim 2026/2027. Pengumuman ini disampaikan melalui akun Instagram resmi klub pada Rabu (18/6/2026), langsung disambut euforia ribuan Bonek dan Bonita.
Proses perkenalan Sananta dilakukan dengan gaya khas Persebaya yang gemar membangun kejutan. Sebelum nama pemain diungkap, klub memberikan petunjuk melalui media sosial, termasuk kode yang merujuk pada unggahan Dicky Kurniawan. Tak butuh waktu lama, teka-teki itu terjawab dengan kalimat seremonial: "Ladies and Gentlemen Please Welcome Ramadhan Sananta !!!!"
Sananta datang dengan reputasi sebagai salah satu striker lokal paling produktif di Indonesia. Pemain kelahiran Lingga, Kepulauan Riau, ini mencuat bersama PSM Makassar sebelum pindah ke Persis Solo. Di level internasional, ia menjadi andalan lini depan Garuda di berbagai kelompok usia hingga senior. Kini, di usia 23 tahun, ia diharapkan menjadi mesin gol baru bagi Green Force.
Kedatangan Sananta menjadi bagian dari strategi besar Persebaya membangun tim kompetitif. Sebelumnya, klub telah merekrut Reza Arya Pratama, Syahrul Lasinari, Dicky Kurniawan, Ricky Pratama, dan Yusuf Meilana. Langkah ini menunjukkan ambisi manajemen untuk kembali bersaing di papan atas, setelah beberapa musim terakhir belum mampu merebut gelar.
Bagi pelatih Bernardo Tavares, kehadiran Sananta memberikan opsi taktis yang berharga di lini depan. Kemampuan duel udara, mobilitas, dan naluri mencetak golnya dinilai cocok dengan skema permainan yang diterapkan. Pengalaman Sananta di ajang internasional juga menjadi nilai tambah untuk menghadapi tekanan pertandingan besar.
Respons suporter sangat positif. Dalam hitungan menit, unggahan pengumuman dibanjiri ribuan komentar dan puluhan ribu tanda suka. Bonek berharap Sananta mampu menjadi penerus tradisi striker haus gol Persebaya, seperti era-era sebelumnya. Namun, tantangan adaptasi dengan lingkungan baru dan tekanan ekspektasi tinggi menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diatasi.
Dengan sisa waktu pramusim, Sananta diharapkan segera menyatu dengan rekan setimnya. Pertanyaan besarnya: akankah ia mampu mengembalikan kejayaan Persebaya di kancah sepak bola nasional? Jawabannya akan mulai terlihat saat kompetisi bergulir pada musim depan.



