Komisi X DPR Beri Lampu Hijau Naturalisasi Luke Vickery dan Mitchell Baker untuk Timnas Indonesia
Baca dalam 60 detik
- Komisi X DPR menyetujui naturalisasi dua pemain keturunan, Luke Vickery dan Mitchell Baker, untuk memperkuat Timnas Indonesia.
- Persetujuan ini disertai catatan selektif dan kewajiban laporan berkala dari Menpora dan PSSI mengenai dampak program naturalisasi.
- Keduanya diharapkan debut di Piala AFF 2026 jika proses kewarganegaraan rampung, menambah amunisi lini depan dan belakang skuad Garuda.
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/7336618/original/055797600_1780120424-20260530_105918.jpg)
Komisi X DPR RI resmi menyetujui rekomendasi naturalisasi dua pemain keturunan, Luke Anthony Vickery dan Mitchell Lee Baker, untuk membela Timnas Indonesia, Senin (15/6/2026). Keputusan ini diambil dalam rapat kerja bersama Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir di Gedung DPR, Jakarta Pusat, membuka jalan bagi keduanya untuk menjalani proses administrasi kewarganegaraan sebelum akhirnya ditetapkan melalui rapat paripurna DPR.
Ketua rapat, Lalu Hadrian Irfani, membacakan persetujuan tersebut dengan sejumlah catatan. DPR menekankan bahwa naturalisasi harus dilakukan secara selektif, mempertimbangkan kebutuhan strategis tim nasional, komitmen pemain, serta kriteria yang jelas dan transparan. Selain itu, DPR mendesak Menpora dan PSSI untuk menyampaikan laporan berkala mengenai pencapaian program naturalisasi, kontribusi atlet yang dinaturalisasi, serta dampaknya terhadap pengembangan sepak bola nasional. "Komisi X akan terus mengawasi kebijakan naturalisasi agar sejalan dengan tujuan pembangunan olahraga nasional," ujar Hadrian.
Keputusan ini menjadi angin segar bagi pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, yang telah memanggil Vickery dan Baker dalam pemusatan latihan di Jakarta pada 26-30 Mei 2026. Keduanya juga dipertahankan untuk mengikuti FIFA Matchday Juni 2026. Jika proses naturalisasi rampung, mereka berpeluang menjalani debut di Piala AFF 2026 yang akan digelar pada Juli-Agustus 2026.
Vickery, yang berposisi sebagai winger, telah menunjukkan produktivitas di Liga Australia bersama Macarthur FC. Dalam 1.650 menit bermain musim ini, ia mencatatkan tujuh gol dan tiga assist. Sementara itu, Baker, dengan postur 196 cm, menjadi ancaman di lini depan. Selama dua musim bersama Georgetown College, ia membukukan 18 gol dan tujuh assist dari 42 laga. Keduanya diharapkan dapat menambah kedalaman skuad Garuda, terutama di sektor sayap dan ujung tombak.
Proses naturalisasi ini juga menyoroti strategi jangka panjang PSSI dalam memperkuat tim nasional melalui pemain keturunan. Namun, DPR mengingatkan agar program ini tidak mengabaikan pembinaan pemain lokal dan regenerasi. "Naturalisasi harus menjadi pelengkap, bukan pengganti pembinaan usia muda," tegas Hadrian. Langkah selanjutnya, rekomendasi ini akan dibawa ke rapat paripurna DPR untuk pengesahan akhir.
Dengan tambahan dua pemain ini, Timnas Indonesia diproyeksikan semakin kompetitif di kancah regional. Pertanyaannya, mampukah Vickery dan Baker beradaptasi dengan cepat dan memberikan kontribusi signifikan di Piala AFF 2026? Ataukah program naturalisasi ini justru memicu perdebatan baru tentang keseimbangan antara pemain lokal dan diaspora?



