Gio Reyna Umumkan Kehamilan Istri dengan Selebrasi Bayi ala Bebeto di Piala Dunia
Baca dalam 60 detik
- Gelandang AS Gio Reyna mencetak gol penutup kemenangan 4-1 atas Paraguay pada menit ke-98, lalu merayakannya dengan selebrasi khas Bebeto untuk mengumumkan kehamilan istrinya.
- Selebrasi tersebut menjadi sorotan karena mengingatkan pada momen ikonik Piala Dunia 1994, sekaligus menandai gol perdana Reyna di ajang Piala Dunia.
- Penampilan impresif Reyna dari bangku cadangan memperkuat kedalaman skuad AS jelang laga kedua melawan Australia, sekaligus membungkam keraguan atas kebugarannya.
Gelandang serang Amerika Serikat, Gio Reyna, memanfaatkan panggung terbesar sepak bola dunia untuk menyampaikan kabar bahagia: ia akan menjadi seorang ayah. Selepas mencetak gol spektakuler pada menit akhir injury time dalam kemenangan 4-1 atas Paraguay di Piala Dunia 2026, pemain Borussia Mönchengladbach itu melakukan selebrasi yang langsung menjadi perbincangan hangat.
Reyna, yang baru pulih dari cedera dan minim menit bermain di Bundesliga, masuk sebagai pemain pengganti dan menunjukkan kualitasnya. Gol tendangan luar kaki dari sudut sempit di menit ke-98 tak hanya memastikan kemenangan telak AS, tetapi juga menjadi momen emosional yang telah ia rencanakan selama berbulan-bulan. Setelah bola masuk, Reyna meletakkan bola di bawah kausnya dan menghisap jempol—sebuah penghormatan langsung kepada selebrasi ikonik Bebeto pada Piala Dunia 1994 yang juga digelar di Amerika Serikat.
“Saya sudah tahu selama beberapa bulan, jadi saya menunggu waktu yang tepat,” ujar Reyna kepada wartawan usai pertandingan, merujuk pada kehamilan istrinya, Chloe. “Momen ini terasa pas.”
Bagi pelatih Mauricio Pochettino, gol dan selebrasi Reyna menjadi pembuktian bahwa keputusannya membawa pemain yang kerap diragukan kebugarannya itu adalah langkah tepat. Reyna sendiri mengaku tidak banyak berpikir saat mencetak gol. “Saya hanya melakukan apa yang terasa alami. Saya berada di posisi yang bagus, mendapat umpan yang baik, dan melihat sudut tiang jauh,” katanya.
Kemenangan ini menempatkan AS di posisi kuat untuk melaju ke babak berikutnya. Namun, tantangan berikutnya tidak ringan: Australia, yang pada laga pertama bermain imbang melawan Kamerun, akan menjadi lawan di Seattle. Kedalaman skuad AS, dengan Reyna sebagai opsi mematikan dari bangku cadangan, menjadi modal berharga. Pochettino kini memiliki lebih banyak pilihan di lini tengah, terutama jika Reyna mampu mempertahankan performa seperti ini.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, momen Reyna mengingatkan pada selebrasi khas Bebeto yang pernah menghiasi layar kaca era 1990-an. Di tengah euforia Piala Dunia 2026 yang juga disiarkan langsung di Indonesia, cerita pribadi seperti ini menambah dimensi humanis yang membuat turnamen semakin menarik. Pertanyaan selanjutnya: mampukah AS mempertahankan momentum ini dan melaju jauh di turnamen yang digelar di kandang sendiri?



