Bouaddi, Bintang Masa Depan Rp1,4 Triliun yang Diburu Manchester United
Baca dalam 60 detik
- Manchester United memulai negosiasi dengan Lille untuk merekrut gelandang remaja Ayyoub Bouaddi, yang diperkirakan bernilai sekitar £70 juta atau setara Rp1,4 triliun.
- Bouaddi, yang baru berusia 18 tahun, dinilai memiliki potensi menjadi gelandang senilai £100 juta dan langsung bisa bersaing dengan Ederson yang juga akan bergabung.
- Ketertarikan United pada Bouaddi menunjukkan strategi perekrutan jangka panjang klub di bawah arahan INEOS, meskipun harus bersaing dengan Arsenal, Liverpool, dan PSG.

Manchester United dikabarkan telah melakukan kontak langsung dengan Lille untuk membahas kemungkinan transfer Ayyoub Bouaddi, gelandang remaja asal Maroko yang mulai mencuri perhatian di pentas internasional. Langkah ini menjadi sinyal bahwa klub asal Manchester itu serius membangun lini tengah baru di bawah asuhan Michael Carrick, dengan bidikan utama pada pemain yang diyakini bakal bernilai lebih dari £100 juta dalam beberapa tahun ke depan.
Menurut sumber Football FanCast, United menjadi klub yang paling konkret dalam perburuan Bouaddi, bahkan sudah mengadakan pembicaraan antarklub dengan Lille. Nilai transfer pemain yang baru genap 19 tahun pada Oktober mendatang itu diperkirakan mencapai £70 juta—angka yang terbilang fantastis untuk seorang remaja. Namun, jika tidak segera bertindak, harga tersebut diprediksi akan melonjak drastis seiring waktu.
Bouaddi bukanlah nama asing di Eropa. Ia telah mengoleksi 100 penampilan senior di level klub dan tim nasional, sebuah pencapaian langka untuk pemain seusianya. Performa impresifnya saat membela Maroko melawan Brasil di laga persahabatan menjadi bukti nyata. Dalam pertandingan itu, Bouaddi tampil penuh 90 menit dengan akurasi umpan 91%, memenangkan sembilan duel darat, dan sukses melewati lawan dalam tiga dari lima percobaan dribel. Ia tampil dominan di lini tengah, kontras dengan Casemiro yang ditarik keluar saat jeda karena performa buruk.
Perbandingan statistik itu menunjukkan bahwa Bouaddi unggul dalam aspek ball-carrying dan ketangguhan fisik. Meski sama-sama bukan playmaker kreatif—masing-masing hanya mencatat satu assist dan tiga peluang besar—keduanya diandalkan dalam kerja tanpa bola. Bouaddi juga lebih jarang dilewati lawan (0,5 kali per laga) dibanding Ederson (0,5 kali, sama). Data ini memperkuat pandangan analis dan pramuka Como, Ben Mattinson, yang menyebut Bouaddi sebagai "gelandang £100 juta" yang sedang berkembang.
Ketertarikan United pada Bouaddi tidak lepas dari rencana besar di lini tengah. Sebelumnya, klub sudah hampir pasti mendatangkan Ederson dari Atalanta dengan biaya sekitar £35 juta. Namun, dengan hengkangnya Manuel Ugarte dan gagalnya perekrutan Elliot Anderson, United membutuhkan tambahan amunisi. Mateus Fernandes dari West Ham United juga masuk radar dengan banderol £80 juta, tetapi Bouaddi bisa menjadi opsi ketiga yang lebih prospektif.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, pergerakan United di bursa transfer ini menarik dicermati. Klub sebesar Manchester United yang berlomba mendapatkan pemain muda Afrika Utara menunjukkan bahwa talenta dari kawasan tersebut semakin dilirik. Bouaddi, yang lahir di Prancis namun memilih membela Maroko, bisa menjadi inspirasi bagi pesepak bola muda Indonesia untuk menembus level tertinggi Eropa.
Meski demikian, United perlu berhati-hati. Pengalaman merekrut Leny Yoro dari Lille belum sepenuhnya mulus. Namun, Bouaddi diyakini punya kemampuan untuk langsung bersaing memperebutkan tempat inti, bahkan bisa menggeser Ederson ke bangku cadangan. Pertanyaannya, mampukah United memenangkan persaingan dengan Arsenal, Liverpool, dan PSG yang juga mengincar pemain yang sama? Atau akankah Bouaddi menjadi mahkota baru di Old Trafford?



