Pernikahan Rp2,8 Juta Kelly Ripa: Penyesalan di Balik Foto Tanpa Bunga
Baca dalam 60 detik
- Kelly Ripa menyesali ketiadaan bunga dalam foto pernikahannya karena membuat tangannya terlihat kaku dan canggung.
- Pasangan ini menikah dengan paket murah senilai $179 di Las Vegas, kontras dengan kabar Taylor Swift yang menyewa MSG seharga $3 juta.
- Orang tua mereka butuh satu dekade untuk menerima keputusan elopement, namun kini mengapresiasi penghematan biaya.

Kelly Ripa, aktris sekaligus pembawa acara ternama, mengungkapkan satu-satunya penyesalan dari pernikahannya dengan Mark Consuelos pada 1996: tidak adanya buket bunga yang membuat tangannya terlihat 'canggung' di setiap foto. Dalam episode terbaru Live with Kelly and Mark, wanita 55 tahun itu menceritakan bagaimana keputusan menghemat biaya untuk bunga justru meninggalkan kesan visual yang kurang sempurna.
Pernikahan kilat mereka di Chapel of the Bells, Las Vegas, hanya menghabiskan $179 (sekitar Rp2,8 juta) β paket yang mencakup segalanya kecuali bunga. "Saya masih menyesal tidak merogoh kocek lebih untuk bunga, karena saya selalu merasa tangan saya terlihat aneh," ujar Kelly. Ia bahkan mengaku memiliki satu foto yang sengaja tidak pernah diperlihatkan ke publik, di mana ia berpose dengan tangan kosong yang terasa kaku.
Kontras dengan kemewahan yang dikabarkan akan digelar Taylor Swift dan Travis Kelce β yang disebut-sebut menyewa Madison Square Garden seharga $3 juta untuk pesta pernikahan tiga hari β Kelly dan Mark justru menawarkan alternatif hemat. "Saya akan menghemat banyak uang untuk kalian. Chapel of the Bells. Masuk, selesai, keluar," canda Kelly. Mark menambahkan bahwa pernikahan murah justru terbukti langgeng: "Kami sudah menikah 30 tahun. Anda bisa masuk tengah malam, tidak ada yang perlu tahu."
Namun, keputusan elopement mereka tidak serta-merta diterima keluarga. Kedua orang tua awalnya kecewa berat, bahkan Mark mengaku butuh waktu sepuluh tahun bagi mereka untuk benar-benar menerima. "Spoiler: jika Anda berencana kawin lari, orang tua Anda akan membencinya," kata Kelly dalam wawancara tahun 2024. Perlahan, orang tua mereka akhirnya menghargai sisi praktis dari pernikahan sederhana itu β terutama penghematan biaya yang signifikan.
Di Indonesia, tren pernikahan sederhana atau elopement mulai dilirik generasi milenial dan Gen Z sebagai alternatif dari pesta konvensional yang membengkakkan biaya. Survei Populix 2023 mencatat 45% anak muda Indonesia lebih memilih pernikahan intim dengan budget terbatas. Kisah Kelly Ripa bisa menjadi pengingat bahwa esensi pernikahan bukan pada kemewahan, melainkan komitmen jangka panjang β meski tanpa bunga, foto tetap bisa dikenang seumur hidup.
Pertanyaan yang tersisa: akankah tren pernikahan murah seperti ini semakin populer di Indonesia, atau budaya pesta besar masih akan mendominasi? Yang jelas, Kelly dan Mark telah membuktikan bahwa cinta dan 'waktu mesra' β seperti yang mereka sebut sebagai rahasia pernikahan β jauh lebih berharga daripada buket bunga.



