Zaskia Adya Mecca Turun ke Lokasi Demo, Bawa Tiga Ambulans dan Peralatan Medis
Baca dalam 60 detik
- Aktris Zaskia Adya Mecca hadir di aksi demonstrasi Bundaran HI dengan membawa tiga ambulans dan perlengkapan medis, Jumat (12/6).
- Kehadirannya didorong oleh kegelisahan terhadap persoalan bangsa yang dinilai tak cukup disuarakan melalui media sosial.
- Lima tuntutan mahasiswa, termasuk penghentian pemborosan APBN dan penurunan harga pokok, disebut sejalan dengan pandangannya.

Aktris Zaskia Adya Mecca tak sekadar menyuarakan keprihatinan dari layar gawai. Jumat (12/6) siang, ia turun langsung ke titik aksi demonstrasi mahasiswa di Bundaran HI, Jakarta Pusat, dengan membawa tiga unit ambulans dan sejumlah peralatan medis.
Menurut Zaskia, keterlibatannya di lapangan merupakan respons atas kegelisahan yang terus membuncah terhadap berbagai persoalan kebangsaan. Baginya, menyampaikan aspirasi melalui media sosial saja tidak lagi memadai. "Aku ke sini karena kegelisahan, aku ngerasa ada hal yang enggak bener dan aku ingin suarakan, dan kalau menyuarakan sendiri-sendiri di medsos aku ngerasa gak cukup," ujarnya saat ditemui di lokasi.
Keputusan untuk terjun ke arena aksi diambil setelah Zaskia mengetahui rencana demonstrasi mahasiswa. Ia mengaku kelima poin tuntutan yang dibawa para mahasiswa sejalan dengan keresahannya selama ini. Tak hanya ambulans, ia juga membawa logistik dan bergabung dengan posko yang didirikan warga. "Alhamdulillah aku bisa bawa 3 ambulans dan peralatan medis juga dan aku merapat ke posko ini baru kenal semua juga ternyata masyarakat saling menggalang logistik dan kerennya sejak jam 10.00 banyak orang yang ngirim cemilan, minuman bahkan kita gak tau siapa yang ngirim," tuturnya.
Di sisi lain, gelombang massa mahasiswa yang hendak menuju Bundaran HI mengalami hambatan. Sekitar pukul 15.00 WIB, aparat gabungan TNI-Polri melakukan penghalauan di kawasan Dukuh Atas. Mahasiswa mendesak agar diberikan akses untuk menyampaikan aspirasi di Bundaran HI, namun aparat tetap memasang blokade.
Lima tuntutan yang dibawa dalam aksi kali ini mencakup: pertama, menghentikan pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN); kedua, menurunkan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM); ketiga, menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih; keempat, menghentikan militerisme sipil; dan kelima, mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk berhenti mengelak serta mengakui kesalahan pemerintah.
Fenomena figur publik seperti Zaskia yang turun langsung ke lokasi demonstrasi mencerminkan perubahan cara advokasi di era digital. Jika sebelumnya cukup dengan tagar dan unggahan, kini sebagian kalangan memilih aksi nyata di lapangan. Langkah ini juga menjadi sinyal bahwa keresahan sosial tak lagi bisa diredam hanya melalui ruang maya.
Ke depan, partisipasi langsung tokoh publik dalam aksi massa berpotensi memperkuat legitimasi tuntutan mahasiswa di mata publik. Namun, pertanyaan yang mengemuka adalah sejauh mana pemerintah akan merespons gelombang protes yang kian melibatkan beragam elemen masyarakat?



