Timnas Indonesia Tembus 118 Besar FIFA, Erick Thohir Ingatkan Jangan Jemawa
Baca dalam 60 detik
- Kemenangan beruntun atas Oman dan Mozambik mendongkrak peringkat Indonesia ke posisi 118 dunia dengan tambahan 12,25 poin.
- Ketua Umum PSSI Erick Thohir menekankan bahwa peringkat bukan jaminan hasil akhir dan meminta tim tetap rendah hati.
- Langkah selanjutnya adalah Piala AFF 2026 dan FIFA Matchday September, dengan target konsisten menuju 100 besar.
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/8232855/original/095362900_1781093208-20260609BL_Timnas_Indonesia_Vs_Mozambik_FIFA_Matchday_2026-13.jpg)
Lonjakan peringkat FIFA yang diraih Timnas Indonesia setelah dua kemenangan beruntun di kandang menjadi sinyal positif, namun Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengingatkan agar euforia tidak berlebihan. Skuad Garuda kini bertengger di peringkat 118 dunia, hanya terpaut tipis dari Sudan di posisi 117, setelah mengalahkan Oman 3-0 dan Mozambik 1-0 dalam FIFA Matchday Juni 2026.
Dua laga yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, itu menyumbang tambahan 12,25 poin, menjadikan total poin Indonesia mencapai 1.157,14. Capaian ini menandai kenaikan sepuluh peringkat sekaligus memperpendek jarak menuju target 100 besar FIFA. Namun, Erick Thohir menilai peringkat hanyalah indikator, bukan jaminan kesuksesan di lapangan.
“Alhamdulillah, kita patut bersyukur. Poin penuh di dua pertandingan kemarin berhasil memperbaiki peringkat kita. Terima kasih kepada seluruh suporter yang terus setia mendukung Timnas Indonesia,” ujar Erick di Jakarta, Jumat (12/6/2026). “Saya tetap mengingatkan peringkat di sepak bola kadang tidak menjamin hasil akhir. Jadi, kita harus tetap membumi dan fokus pada pertandingan-pertandingan selanjutnya agar bisa terus mendekati dan masuk 100 besar dunia,” lanjutnya.
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menyoroti kemampuan adaptasi pemain sebagai kunci keberhasilan. Menurutnya, kemenangan atas Oman yang bermain fisik dan Mozambik yang lebih teknis menunjukkan kematangan tim. “Meraih dua kemenangan beruntun di kandang melawan tim-tim dengan peringkat lebih tinggi adalah pencapaian luar biasa. Saat ini para pemain terlihat jauh lebih berbahaya bagi lawan,” kata Herdman.
Bagi publik sepak bola Indonesia, tren positif ini memicu optimisme bahwa target menembus 100 besar FIFA bukan lagi sekadar mimpi. Namun, konsistensi menjadi tantangan utama. Jadwal padat menanti: Piala AFF 2026 pada akhir Juli, disusul FIFA Matchday September. Jika mampu mempertahankan performa, bukan tidak mungkin Indonesia akan mencatat sejarah baru dalam waktu dekat.
Pertanyaan besarnya, mampukah Skuad Garuda menjaga ritme permainan dan menghindari inkonsistensi yang kerap menghambat langkah sebelumnya? Jawabannya akan terlihat dalam beberapa bulan ke depan, saat tekanan kompetisi resmi benar-benar dimulai.



