Doctor Who Hengkang dari Layar Kaca Setidaknya Tiga Tahun
Baca dalam 60 detik
- BBC mengumumkan penghentian sementara serial Doctor Who setelah showrunner Russell T Davies dan rumah produksi Bad Wolf mundur, dengan episode spesial Natal 2026 dibatalkan.
- Proses tender kompetitif akan menentukan masa depan waralaba, yang diperkirakan baru akan kembali pada 2028 atau lebih lambat, menurut sumber industri.
- Kepergian Disney+ sebagai mitra distribusi global memperparah ketidakpastian, meskipun mantan showrunner Steven Moffat meyakinkan bahwa serial ini selalu bertahan.

BBC secara resmi menghentikan produksi serial fiksi ilmiah legendaris Doctor Who untuk waktu yang tidak ditentukan, setelah showrunner Russell T Davies dan rumah produksi Bad Wolf mengundurkan diri. Keputusan ini memicu kekhawatiran bahwa serial yang telah mengudara selama enam dekade itu tidak akan kembali setidaknya hingga 2028, atau bahkan lebih lama.
Sumber yang dikutip Deadline menyebutkan bahwa musim ke-16 kemungkinan baru tayang pada 2028 paling awal, dengan satu produser memperkirakan jeda hingga lima tahun. Langkah ini diambil setelah BBC mengumumkan pembatalan spesial Natal 2026 dan membuka tender kompetitif untuk produksi selanjutnya. Meski demikian, BBC menegaskan komitmennya terhadap waralaba, dengan menyatakan bahwa tender ini adalah bagian dari strategi jangka panjang untuk memastikan kelangsungan Doctor Who.
Keputusan mengejutkan ini terjadi setelah Disney+ menarik diri dari kemitraan distribusi global yang baru berjalan dua musim. Sejak Oktober 2022, Disney+ menjadi rumah bagi Doctor Who di luar Inggris dan Irlandia, menggantikan peran BBC Worldwide. Mundurnya raksasa streaming tersebut menambah tekanan finansial pada produksi, yang sebelumnya sudah dihadapkan pada biaya tinggi dan persaingan ketat di industri hiburan.
Steven Moffat, showrunner yang memimpin serial dari 2010 hingga 2017, menenangkan penggemar dengan pernyataan optimis. Dalam wawancara dengan Radio Times, ia mengaku tidak tahu detail rencana ke depan, tetapi meyakini bahwa Doctor Who selalu selamat dari situasi sulit. "Ini cliffhanger β Dokter selalu selamat dari yang seperti itu," ujarnya, merujuk pada karakter utama yang kerap menghadapi bahaya.
Russell T Davies, yang mengumumkan kepergiannya melalui Instagram, menegaskan bahwa tidak ada naskah yang ditulis untuk spesial Natal yang dibatalkan, dan tidak ada aktor yang didekati untuk memerankan Dokter berikutnya. Ia menyebut keputusan ini sebagai langkah untuk memberi ruang bagi masa depan yang lebih besar. "Kalian harus menunggu lebih lama untuk Doctor Who baru... tapi kalian akan menunggu untuk lebih banyak Doctor Who daripada sekadar satu episode," tulisnya.
Bad Wolf, rumah produksi yang bermarkas di Cardiff, juga merilis pernyataan perpisahan. Mereka menyebut kebanggaan telah menjadi "pembawa obor" selama 26 episode bersama BBC dan Disney+. Namun, ketidakpastian kini menyelimuti elemen ikonik serial seperti tema musik, kotak polisi biru TARDIS, dan karakter klasik seperti Drahvin β yang semuanya bisa berubah di bawah produser baru.
Bagi penggemar di Indonesia, jeda panjang ini berarti tidak ada tayangan baru Doctor Who di platform streaming lokal seperti Disney+ Hotstar untuk beberapa tahun ke depan. Meskipun serial ini memiliki basis penggemar yang solid di Tanah Air, ketiadaan konten baru dapat menggeser minat ke waralaba fiksi ilmiah lain yang lebih konsisten, seperti Star Trek atau The Mandalorian. Namun, sejarah menunjukkan bahwa Doctor Who mampu bertahan melalui berbagai krisis β termasuk pembatalan di era 1980-an β dan kembali dengan basis penggemar yang lebih besar.
Pertanyaan besarnya kini: akankah BBC menemukan mitra produksi yang mampu membawa TARDIS mendarat kembali dengan gemilang, atau justru ini awal dari akhir perjalanan panjang sang Dokter?



