Di Balik Riasan The Odyssey: Zendaya, Charlize Theron, hingga Matt Damon Dihidupkan Lewat Sentuhan Detail
Baca dalam 60 detik
- Tim tata rias The Odyssey membeberkan teknik di balik penampilan Zendaya, Charlize Theron, Anne Hathaway, dan Matt Damon, mulai dari riasan sheer hingga rambut basah.
- Charlize Theron tampil dengan gaya rambut kusut ala petarung menggunakan mousse dan serum, sementara Anne Hathaway menjalani tujuh perubahan gaya rambut untuk karakter Penelope.
- Penggunaan argan oil dari peternakan lokal dan ikat rambut dari kain kostum menjadi bukti perhatian tim terhadap detail keaslian karakter dalam film epik ini.

Tim tata rias dan tata rambut film The Odyssey, yang dibintangi oleh Zendaya, Charlize Theron, Anne Hathaway, dan Matt Damon, mengungkap rahasia di balik penampilan para karakter dalam adaptasi epik tersebut—sebuah pengakuan yang langsung menyedot perhatian para penggemar sinema dan pecinta tata rias.
Dalam wawancara dengan Allure, kepala departemen rambut Gloria Pasqua Casny dan penata rias utama Luisa Abel menjelaskan bagaimana mereka membangun tampilan visual masing-masing karakter. Zendaya, yang memerankan dewi Athena, menggunakan riasan sheer untuk menonjolkan kesan muda dan transparan. “Athena dalam film ini adalah gambaran seorang gadis desa muda yang tewas dalam Pertempuran Troy,” ujar Casny. “Itulah bentuk yang tersisa dalam benak Odysseus, dan itu sangat memengaruhi desain penampilannya.” Sementara itu, Abel menambahkan, “Kami ingin karakternya tampak sempurna namun tetap membumi. Riasan sheer dengan blush on dari Merit menciptakan kulit yang tembus cahaya.”
Charlize Theron, yang memerankan Calypso, mendapatkan gaya rambut kusut yang menggambarkan kehidupan di alam terbuka. Tim menggunakan mousse yang diremas-remas, ditambah leave-in conditioner dan serum dari Virtue Labs untuk memberi efek basah yang tahan lama. Casny bahkan menggunakan potongan kain dari kostum Theron sebagai ikat rambut agar terkesan ala kadarnya. Riasan wajah Theron sengaja dibuat lebih gelap dan sedikit kusut untuk mempertegas sifat petarungnya. “Kami ingin menunjukkan sisi mandiri dan tangguh dari karakternya,” kata Abel.
Anne Hathaway, yang berperan sebagai Penelope, tampil dengan gaya klasik sederhana. Namun, di balik kesederhanaan itu, terdapat tujuh kali perubahan gaya rambut sepanjang film. “Setiap adegan kami buat sedikit berbeda, tetapi tetap dalam estetika klasik,” jelas Casny. Sementara itu, Matt Damon sebagai Odysseus sering terlihat basah kuyup. Untuk mencapai efek itu, tim mengoleskan lapisan demi lapisan wax rambut, debu pasir, dan—yang paling istimewa—minyak argan murni dari peternakan milik salah satu penata rambut. “Kami punya satu galon minyak argan murni. Ini membuat rambut tetap terlihat basah meski disemprot air seharian,” ungkap Casny.
Bagi penikmat film di Indonesia, pengungkapan detail tata rias ini menambah wawasan tentang proses kreatif di balik layar produksi kelas dunia. Industri perfilman Tanah Air, yang mulai serius memperhatikan tata rias period, dapat belajar dari perhatian terhadap detail material seperti argan oil yang berasal dari peternakan lokal. Selain itu, minat penonton Indonesia terhadap film epik seperti The Odyssey diprediksi tinggi, mengingat kesuksesan film sejenis sebelumnya.
Dengan pendekatan yang mengedepankan keaslian visual, tim tata rias The Odyssey berhasil menghidupkan karakter-karakter klasik tanpa kehilangan sentuhan humanis. Pertanyaan besarnya: akankah film ini mampu memenuhi ekspektasi penonton yang sudah menunggu adaptasi dari karya Homer? Atau justru detail riasan yang ekstrem akan menjadi sorotan utama?



