Final Fantasy VII Revelation: Sutradara Tantang Pemain untuk Bermain, Bukan Sekadar Nonton
Baca dalam 60 detik
- Naoki Hamaguchi, sutradara Final Fantasy VII Revelation, khawatir pemain lebih memilih menonton streaming daripada memainkan gim RPG linear.
- Gim ini akan menawarkan banyak jalur menuju satu akhir cerita, mendorong pengalaman personal yang berbeda bagi setiap pemain.
- Rilis pada musim semi 2027 di PS5, Xbox Series, Switch 2, dan PC, dengan fokus pada interaktivitas sebagai antidot terhadap budaya nonton.

Di tengah maraknya konten gameplay yang dibagikan di platform streaming, sutradara trilogi Final Fantasy VII, Naoki Hamaguchi, justru melihat fenomena ini sebagai tantangan serius bagi industri RPG. Menurutnya, jika gim terlalu linear, pemain akan tergoda untuk sekadar menonton 'playthrough' di YouTube atau Twitch, bukan benar-benar memainkannya. Hal ini diungkapkan dalam wawancara dengan 4Gamer, di mana Hamaguchi menekankan pentingnya memberi pemain lebih banyak kendali dan pilihan dalam permainan.
Hamaguchi menyebut bahwa Final Fantasy VII Revelation—yang merupakan bagian ketiga dari remake klasik tersebut—sengaja dirancang dengan banyak jalur menuju satu akhir cerita. Meskipun tujuannya tunggal, perjalanan setiap pemain bisa sangat berbeda. "Jika orang menonton livestream dan kemudian bertanya pada diri sendiri, 'Apa yang akan saya lakukan dalam situasi ini?' atau 'Bagaimana saya akan mengalaminya?', maka mereka akan termotivasi untuk mencoba sendiri," ujarnya.
Pernyataan ini muncul di saat industri gim global, termasuk di Indonesia, menghadapi pergeseran perilaku konsumen. Banyak pemain, terutama generasi muda, lebih memilih menonton konten gim daripada memainkannya karena keterbatasan waktu atau biaya. Di Indonesia, tren ini terlihat dari menjamurnya kreator konten gim di platform seperti YouTube dan TikTok. Hamaguchi menilai bahwa jika gim tidak mampu menawarkan pengalaman yang unik dan personal, maka gim tersebut akan kehilangan esensinya sebagai media interaktif.
Kekhawatiran Hamaguchi bukan tanpa dasar. Dalam beberapa tahun terakhir, gim-gim RPG besar seperti seri Final Fantasy sebelumnya kerap dikritik karena terlalu sinematik dan membatasi kebebasan pemain. Akibatnya, banyak pemain memilih menonton cuplikan adegan kunci di internet daripada menyelesaikan gimnya sendiri. "Ini adalah krisis bagi karya itu sendiri—atau lebih tepatnya, bukan sesuatu yang bisa dirayakan oleh kreator gim," tegas Hamaguchi.
Dengan pendekatan baru ini, Final Fantasy VII Revelation diharapkan mampu mengembalikan daya tarik bermain gim sebagai aktivitas personal. Bagi pasar Indonesia, di mana komunitas gim cukup besar dan aktif, kehadiran gim dengan banyak jalur cerita bisa menjadi angin segar. Namun, tantangan tetap ada: apakah pemain Indonesia, yang terbiasa dengan konten gratis di streaming, akan rela mengeluarkan uang untuk merasakan sendiri perbedaannya?
Pertanyaan itu mungkin akan terjawab setelah gim dirilis pada musim semi 2027. Yang jelas, Hamaguchi telah meletakkan fondasi untuk sebuah RPG yang tidak hanya bercerita, tetapi juga mengajak pemain untuk menjadi bagian dari cerita itu sendiri.



