GTA+ Makin Menggiurkan: Rockstar Tambahkan GTA V dan GTA Online ke Katalog Langganan
Baca dalam 60 detik
- Pelanggan GTA+ kini bisa mengakses GTA V dan GTA Online di konsol generasi terbaru dan PC tanpa biaya tambahan.
- Langkah ini memperkuat ekosistem berlangganan Rockstar, menyaingi model bisnis Xbox Game Pass dan PlayStation Plus.
- Bagi gamer Indonesia, kehadiran GTA V dalam layanan berlangganan bisa menjadi alternatif lebih terjangkau dibanding membeli game secara terpisah.

Rockstar Games akhirnya menambahkan dua judul paling ikoniknya—Grand Theft Auto V dan GTA Online—ke dalam layanan berlangganan GTA+, memperluas daya tarik layanan yang telah berjalan sejak Maret 2022 tersebut. Langkah ini menjadi sinyal bahwa Rockstar serius membangun model bisnis berlangganan di tengah persaingan ketat industri game.
Sejak diluncurkan, GTA+ menawarkan berbagai keuntungan eksklusif bagi pemain GTA Online, mulai dari uang dalam game, akses ke The Vinewood Club, bonus bulanan, hingga item khusus untuk CEO dan VIP. Namun, nilai tambah terbesar justru datang dari katalog game Rockstar yang disertakan. Sebelumnya, pelanggan sudah bisa menikmati Red Dead Redemption, Bully, Grand Theft Auto: The Trilogy – The Definitive Edition, GTA: Liberty City Stories, GTA: Chinatown Wars, dan L.A. Noire. Kini, dengan bergabungnya GTA V dan GTA Online, katalog tersebut menjadi semakin solid.
Penambahan ini berlaku untuk pelanggan di PlayStation 5, Xbox Series X|S, dan PC. Artinya, pemain di platform tersebut tidak perlu lagi membeli GTA V secara terpisah jika sudah berlangganan GTA+. Keputusan ini juga bisa dibaca sebagai upaya Rockstar untuk mempertahankan basis pemain GTA Online yang masih sangat aktif, sembari menarik pemain baru yang mungkin ragu mengeluarkan uang penuh untuk game berusia satu dekade lebih.
Dari sisi strategi, langkah ini menempatkan GTA+ sebagai pesaing langsung layanan berlangganan lain seperti Xbox Game Pass dan PlayStation Plus. Meskipun katalognya masih jauh lebih kecil, fokus pada satu ekosistem game—khususnya waralaba Grand Theft Auto—bisa menjadi nilai jual unik. Analis industri menilai, dengan mengikat pemain melalui langganan, Rockstar tidak hanya mendapatkan pendapatan berulang, tetapi juga memperkuat loyalitas pemain menjelang perilisan Grand Theft Auto VI yang dinanti-nantikan.
Bagi gamer Indonesia, kabar ini membawa angin segar. Dengan nilai tukar rupiah yang fluktuatif, membeli game AAA seperti GTA V secara digital bisa terasa mahal. Opsi berlangganan GTA+ yang relatif terjangkau—sekitar Rp90.000 per bulan—memberikan akses ke game tersebut tanpa harus merogoh kocek lebih dalam. Namun, perlu dicatat bahwa GTA+ belum tersedia secara resmi di Indonesia melalui metode pembayaran lokal, sehingga pemain mungkin masih harus menggunakan kartu kredit atau voucher internasional.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah Rockstar akan terus memperluas katalog GTA+ dengan judul-judul lawas lainnya, atau bahkan memberikan akses awal ke konten GTA Online eksklusif. Dengan GTA VI yang diperkirakan rilis pada 2025, GTA+ bisa menjadi gerbang utama bagi pemain untuk tetap terhubung dengan dunia Grand Theft Auto. Apakah model berlangganan ini akan menjadi masa depan Rockstar, atau hanya pelengkap sebelum game besar berikutnya hadir?



