Polri Seleksi Polsus Teladan 2026: 23 Personel dari 8 Kementerian Bersaing
Baca dalam 60 detik
- Polri menggelar Lomba Polisi Khusus Teladan 2026 yang diikuti 23 personel dari delapan kementerian/lembaga sebagai bagian peringatan Hari Bhayangkara ke-80.
- Kompetisi ini tidak sekadar mencari pemenang, melainkan menjadi wahana pembinaan karakter dan peningkatan profesionalisme Polsus dalam mendukung tugas kepolisian.
- Pengumuman pemenang dijadwalkan menjelang puncak Hari Bhayangkara pada 1 Juli 2026, menandai komitmen Polri memperkuat mitra keamanan di berbagai sektor.
Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) memulai seleksi Polisi Khusus (Polsus) Teladan Tahun 2026 dengan melibatkan 23 personel dari delapan kementerian dan lembaga, Jumat (12/6/2026), di Sekolah Polisi Wanita (Sepolwan) Lemdiklat Polri, Jakarta Selatan. Ajang yang digelar dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 ini bukan sekadar kompetisi, melainkan strategi pembinaan sumber daya manusia di lingkungan Polsus yang selama ini menjadi mitra strategis Polri.
Ketua Pelaksana Lomba, Kombes Pol. Hastho Rahardjo, menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk membentuk Polsus yang profesional, berintegritas, dan mampu menjadi teladan di lingkungan kerja masing-masing. "Kegiatan ini bukan hanya kompetisi untuk mencari yang terbaik, tetapi juga menjadi wadah untuk membentuk sosok Polisi Khusus yang profesional, berintegritas, serta mampu menjadi teladan," ujarnya. Pernyataan itu menggarisbawahi pergeseran fokus dari sekadar perlombaan menjadi instrumen penguatan kapasitas personel.
Polisi Khusus memiliki peran vital dalam membantu tugas-tugas kepolisian, mulai dari pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat hingga penegakan aturan sesuai bidang kewenangan masing-masing. Menurut Kombes Hastho, peningkatan kualitas SDM Polsus harus terus didorong agar mampu menjawab tantangan tugas yang semakin kompleks. "Polisi Khusus merupakan mitra strategis Polri dalam menjaga stabilitas keamanan," katanya, menekankan urgensi sinergi lintas sektor.
Lomba ini tidak hanya menguji kompetensi teknis, tetapi juga menekankan aspek moral dan etika. Peserta diharapkan dapat meningkatkan keimanan sebagai fondasi, menjaga solidaritas dengan Polri, TNI, dan elemen masyarakat, serta mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh dalam tugas sehari-hari. Selain itu, kreativitas, inovasi, dan dedikasi menjadi nilai tambah yang dinilai, sejalan dengan kebutuhan Polsus untuk menjadi pelopor keselamatan, ketertiban, dan disiplin di lingkungan kerja dan masyarakat.
Bagi Indonesia, penguatan Polsus memiliki implikasi langsung terhadap efektivitas pengamanan di berbagai sektor strategis, seperti kehutanan, perhubungan, dan energi. Polsus yang andal dapat mengurangi beban Polri dalam menjaga stabilitas, sekaligus meningkatkan respons terhadap gangguan keamanan di lapangan. Dengan demikian, ajang ini menjadi barometer kesiapan mitra kepolisian dalam menghadapi dinamika keamanan nasional.
Polri berharap melalui kegiatan ini lahir sosok Polsus yang tidak hanya unggul dalam kompetensi, tetapi juga memiliki integritas dan dedikasi tinggi. Pengumuman pemenang yang dijadwalkan pada 1 Juli 2026 akan menjadi puncak dari rangkaian seleksi ini. Pertanyaan yang tersisa: apakah model pembinaan seperti ini cukup untuk menjawab tantangan keamanan yang semakin beragam, atau perlu ada terobosan lain dalam pengembangan SDM Polsus ke depan?



