Di Balik Koreksi IHSG: Asing Justru Borong Saham Bank dan Komoditas
Baca dalam 60 detik
- IHSG ditutup melemah 0,28% pada Kamis (11/6/2026), namun investor asing justru mencatatkan pembelian bersih besar-besaran di sektor perbankan dan komoditas.
- Saham BBCA menjadi primadona dengan net buy Rp387,96 miliar, diikuti TPIA dan TLKM, menandakan kepercayaan asing pada fundamental ekonomi domestik.
- Aksi beli asing di tengah koreksi mengindikasikan strategi akumulasi jangka panjang, terutama pada emiten dengan eksposur kuat terhadap pemulihan ekonomi dan siklus komoditas.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terkoreksi pada perdagangan Kamis (11/6/2026), ditutup turun 0,28% ke level 5.886,03. Namun di balik pelemahan tersebut, investor asing justru melakukan aksi borong besar-besaran, terutama pada saham perbankan dan komoditas, menandakan optimisme yang kontras dengan pergerakan indeks.
Data perdagangan menunjukkan nilai transaksi mencapai Rp22,27 triliun dengan volume 33,65 miliar saham. Sebanyak 419 saham melemah, sementara 265 saham menguat dan 131 saham stagnan. Meski IHSG tertekan, asing mencatatkan penjualan bersih jumbo Rp252,65 miliar di seluruh pasar, namun di sisi lain juga tercatat aksi beli bersih yang signifikan pada saham-saham tertentu.
Fenomena ini lazim terjadi ketika investor global memanfaatkan koreksi untuk mengakumulasi saham berfundamental kuat. Sektor perbankan menjadi tujuan utama, dengan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) mencatat net foreign buy tertinggi mencapai Rp387,96 miliar. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) juga diborong asing senilai Rp36,41 miliar. Langkah ini mencerminkan keyakinan terhadap prospek perbankan nasional di tengah suku bunga yang mulai stabil dan pertumbuhan kredit yang diharapkan membaik.
Di luar sektor perbankan, investor asing juga mengincar saham-saham yang terkait dengan pemulihan ekonomi domestik dan siklus komoditas. PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA), emiten petrokimia, mencatat net buy Rp97,18 miliar, sementara PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) diborong Rp72,76 miliar. Dari sektor pertambangan dan energi, saham PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS), PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM), PT Bumi Resources Tbk. (BUMI), PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC), dan PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk. (ADMR) juga masuk dalam daftar beli asing.
Bagi investor domestik, aksi asing ini memberikan sinyal bahwa fundamental emiten tertentu masih dianggap menarik meskipun IHSG sedang tertekan. Sektor perbankan dan komoditas menjadi pilihan utama karena prospek laba yang solid dan eksposur terhadap pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Namun, investor tetap perlu mewaspadai volatilitas jangka pendek, mengingat aliran dana asing bisa berbalik arah sewaktu-waktu.
Ke depan, pergerakan IHSG akan sangat dipengaruhi oleh sentimen global, terutama kebijakan suku bunga bank sentral AS dan pergerakan harga komoditas. Apakah aksi beli asing ini akan berlanjut atau hanya strategi jangka pendek? Jawabannya tergantung pada konsistensi data ekonomi domestik dan stabilitas pasar keuangan global.



