IHSG Gagal Panjatkan Reli, Investor Asing Lepas Saham Rp252 Miliar
Baca dalam 60 detik
- Indeks harga saham gabungan berakhir di zona merah pada Kamis (11/6), menghentikan momentum penguatan dua hari sebelumnya.
- Penjualan bersih asing mencapai Rp252,65 miliar, mengecil dibandingkan transaksi jumbo dua hari lalu yang totalnya lebih dari Rp5,5 triliun.
- Fenomena asing menjual saat IHSG naik dan membeli saat turun menimbulkan tanda tanya soal arah pasar ke depan.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) gagal mempertahankan tren positif setelah dua hari beruntun mencatat kenaikan signifikan. Pada perdagangan Kamis (11/6/2026), IHSG ditutup melemah 0,28% ke level 5.886,03, menghentikan reli yang sempat membawa indeks melesat hingga 7,57% pada awal pekan.
Data bursa menunjukkan sebanyak 419 saham tertekan, sementara 265 saham berhasil menguat dan 131 saham stagnan. Nilai transaksi tercatat Rp22,27 triliun dengan volume perdagangan 33,65 miliar saham dalam 2,37 juta kali transaksi. Aksi jual investor asing menjadi sorotan utama, dengan net sell mencapai Rp252,65 miliar di seluruh pasar dan Rp260,61 miliar di pasar reguler. Namun, asing juga tercatat melakukan pembelian bersih Rp8,95 miliar di pasar negosiasi dan tunai.
Fenomena menarik terjadi: meski asing mencatat net sell jumbo pada dua hari sebelumnya, IHSG justru melesat naik. Pada 9 Juni, indeks melonjak 7,57% dan keesokan harinya naik 2,71%. Kenaikan ini menjadi titik balik setelah IHSG tertekan hingga menyentuh level 5.300-an. Namun, ketika asing mulai mengurangi aksi jualnya, indeks justru berbalik melemah.
Menurut analis pasar modal, pola ini mengindikasikan bahwa tekanan jual asing sebelumnya mungkin sudah terantisipasi oleh investor domestik. "Ketika asing menjual besar-besaran, harga saham justru menarik minat beli lokal. Namun, begitu asing mulai tenang, momentum penguatan mereda," ujar seorang analis yang enggan disebut namanya. Ia menambahkan bahwa investor perlu mencermati apakah pelemahan Kamis hanya koreksi teknis atau awal dari tren penurunan baru.
Bagi investor Indonesia, aksi jual asing yang masih berlanjut meski dalam skala lebih kecil menjadi sinyal kehati-hatian. Sepanjang pekan ini, total net sell asing telah mencapai lebih dari Rp5,8 triliun, menunjukkan bahwa dana asing masih keluar dari pasar saham Tanah Air. Tekanan eksternal seperti ketidakpastian suku bunga global dan perlambatan ekonomi China masih menjadi faktor pemicu.
Ke depan, pergerakan IHSG akan sangat bergantung pada sentimen global dan aksi investor asing. Apakah pelemahan Kamis merupakan koreksi sesaat sebelum indeks kembali menguat, atau justru awal dari fase konsolidasi baru? Jawabannya akan terlihat dalam beberapa sesi perdagangan ke depan, terutama saat data inflasi Amerika Serikat dirilis pekan depan.



