Putri Bajrakitiyabha Meninggal: Dinasti Thailand Kehilangan Sosok Kunci Suksesi
Baca dalam 60 detik
- Putri Bajrakitiyabha, putri sulung Raja Thailand, meninggal setelah tiga tahun koma akibat infeksi jantung.
- Kepergiannya menghilangkan figur potensial dalam suksesi kerajaan, mengingat Raja belum menunjuk pewaris resmi.
- Ketiadaan sang putri memperumit transisi kekuasaan di Thailand, dengan undang-undang lese majeste membatasi diskusi publik.

Thailand kehilangan salah satu figur paling cemerlang di lingkar istana. Putri Bajrakitiyabha, putri sulung Raja Maha Vajiralongkorn, meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif selama lebih dari tiga tahun dalam kondisi koma. Pengumuman resmi dari istana pada Jumat pagi waktu setempat menyebutkan bahwa sang putri mengembuskan napas terakhir pada pukul 19.48 di Rumah Sakit Chulalongkorn, Bangkok.
Putri berusia 44 tahun itu pertama kali kolaps pada Desember 2022 saat tengah berolahraga bersama anjing peliharaannya. Tim dokter mendiagnosis penyebabnya sebagai aritmia jantung parah yang dipicu infeksi mikoplasma pada otot jantung. Meskipun mendapat penanganan medis terbaik, kondisi kesehatannya terus memburuk secara progresif hingga akhirnya tak tertolong.
Kepergian Putri Bajrakitiyabha bukan sekadar duka bagi keluarga kerajaan, melainkan juga pukulan telak bagi peta suksesi monarki Thailand. Sang putri dikenal sebagai anggota kerajaan paling berprestasi secara publik, dengan latar belakang hukum yang kuat dan karier diplomatik yang cemerlang. Ia meraih dua gelar pascasarjana dari Cornell University, Amerika Serikat, dan sempat bertugas di misi Thailand untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York sebelum kembali ke tanah air untuk bekerja di kantor Kejaksaan Agung.
Selama menjabat sebagai duta besar Thailand untuk Austria pada 2012–2014, ia membangun hubungan erat dengan Kantor PBB untuk Narkoba dan Kejahatan (UNODC). Sepulangnya, ia diangkat sebagai Duta UNODC untuk Supremasi Hukum di Asia Tenggara dan gencar menyuarakan reformasi sistem peradilan pidana Thailand, yang kerap menjatuhkan hukuman berat bagi pelaku kejahatan narkotika ringan. Perhatian khususnya tertuju pada perempuan rentan yang berakhir di penjara—Thailand memiliki salah satu populasi tahanan perempuan tertinggi di dunia.
Di luar kiprah profesionalnya, Putri Bajrakitiyabha juga dikenal sebagai penggemar kebugaran yang kerap mengikuti lari jarak jauh. Kombinasi antara kompetensi, dedikasi, dan kepercayaan penuh dari sang ayah membuat namanya kerap disebut dalam spekulasi suksesi kerajaan. Bagi kalangan royalis Thailand, ia dianggap sebagai figur paling menjanjikan untuk meneruskan tahta, baik sebagai ratu maupun wali bagi adik tirinya, Pangeran Dipangkorn.
Kematian sang putri kini meninggalkan tanda tanya besar mengenai masa depan monarki Thailand. Raja Vajiralongkorn, yang telah berusia 73 tahun, belum secara resmi menunjuk ahli waris. Meskipun adat istiadat Thailand menghendaki pewaris laki-laki, amendemen konstitusi tahun 1974 membuka kemungkinan perempuan menjadi raja. Namun, dari lima putra raja, empat telah diasingkan sejak 1996 dan tinggal di Amerika Serikat bersama ibu mereka. Hanya Pangeran Dipangkorn, putra dari istri ketiga, yang dianggap sebagai pewaris presumtif—meskipun kemampuannya menjalankan peran monarki yang sarat pengaruh masih dipertanyakan.
Bagi Indonesia, dinamika suksesi kerajaan Thailand memiliki implikasi regional. Thailand adalah mitra dagang utama ASEAN dan pemain kunci dalam stabilitas politik Asia Tenggara. Ketidakpastian transisi kekuasaan dapat mempengaruhi iklim investasi dan hubungan diplomatik di kawasan. Selain itu, pengalaman Thailand dalam reformasi peradilan pidana, khususnya terkait hukuman bagi pelanggar narkotika, bisa menjadi pelajaran bagi Indonesia yang menghadapi tantangan serupa.
Istana kerajaan Thailand menegaskan bahwa sesuai tradisi, upacara pemakaman akan digelar secara kenegaraan. Namun, di balik protokol resmi, pertanyaan mendasar tetap menggantung: siapa yang akan memegang kendali monarki setelah Raja Vajiralongkorn? Dengan undang-undang lese majeste yang melarang diskusi publik mengenai suksesi, jawabannya mungkin hanya akan diketahui ketika waktu tiba.



