Fitch Pertahankan Peringkat AAA Bank Pembangunan Afrika, Stabilitas Jangka Panjang Terjaga
Baca dalam 60 detik
- Fitch Ratings mengukuhkan peringkat AAA Bank Pembangunan Afrika (AfDB) dengan prospek stabil, didukung oleh dukungan luar biasa dari pemegang saham non-regional.
- Rasio cakupan utang bersih AfDB membaik ke 160% pada akhir 2025, meskipun tekanan dari pertumbuhan pinjaman diperkirakan meningkat dalam dua tahun ke depan.
- Peringkat ini menegaskan posisi AfDB sebagai lembaga multilateral berisiko rendah, dengan portofolio kredit yang terdiversifikasi dan likuiditas yang solid.

Fitch Ratings kembali menegaskan peringkat utang jangka panjang Bank Pembangunan Afrika (AfDB) di level tertinggi, AAA, dengan prospek stabil. Keputusan ini mencerminkan keyakinan lembaga pemeringkat internasional tersebut terhadap kemampuan AfDB dalam mempertahankan profil kredit yang kuat di tengah tantangan ekonomi global.
Menurut Fitch, peringkat AAA yang disandang AfDB tidak terlepas dari dukungan luar biasa yang diberikan oleh para pemegang saham non-regional, terutama negara-negara dengan peringkat AAA. Dukungan ini dinilai setara dengan peringkat 'aaa' dalam skala internal Fitch. Analis memperkirakan bahwa utang bersih AfDB akan sepenuhnya tertutup oleh modal panggil (callable capital) dari negara anggota berperingkat AAA setidaknya hingga akhir 2028.
Keputusan ini diambil setelah Dewan Gubernur AfDB menyetujui peningkatan modal panggil sebesar 88,1 miliar unit akun (UA), di mana 9 miliar UA berasal dari pemegang saham berperingkat AAA. Seluruh pemegang saham tersebut diharapkan telah berlangganan penuh pada akhir Mei 2026. Rasio cakupan utang bersih, yang sempat melemah ke 127% pada akhir 2023 dari 217% pada akhir 2022, kini telah pulih ke level di atas 160%.
Meskipun demikian, Fitch memperkirakan rasio cakupan tersebut akan kembali menurun dalam dua tahun ke depan seiring dengan ekspansi bisnis AfDB. Namun, bank memiliki opsi untuk mengendalikan pertumbuhan pinjaman guna mengurangi tekanan pada rasio cakupan jika diperlukan. Penilaian terhadap kapitalisasi AfDB tetap berada pada level 'sangat baik', meskipun rasio FRA dan rasio ekuitas terhadap aset mengalami sedikit penurunan pada akhir 2025 dibandingkan tahun sebelumnya.
Dari sisi kualitas aset, rasio kredit macet (NPL) AfDB meningkat tipis menjadi 2,2% dari total pinjaman pada 2025, terutama didorong oleh kenaikan NPL non-sovereign dari 7,9% menjadi 9,9%. Namun, salah satu debitur non-sovereign terbesar yang mengalami gagal bayar telah melunasi tunggakannya pada kuartal pertama 2026, sehingga rasio NPL non-sovereign turun mendekati 6,5% pada akhir Maret 2026. Fitch memperkirakan rasio NPL akan tetap berada di kisaran 1-3% dalam jangka menengah, sejalan dengan penilaian 'risiko rendah'. Zimbabwe masih menjadi satu-satunya negara berdaulat yang gagal bayar, dengan porsi hanya 0,9% dari total pinjaman sovereign.
Bagi Indonesia, peringkat AAA AfDB menjadi sinyal positif bagi kerja sama pembangunan di kawasan Afrika. Sebagai negara yang aktif dalam forum-forum multilateral, Indonesia dapat memanfaatkan stabilitas AfDB untuk memperkuat kemitraan di sektor infrastruktur dan energi terbarukan. AfDB sendiri memiliki portofolio yang terdiversifikasi dan kebijakan manajemen risiko yang konservatif, termasuk melalui perjanjian pertukaran eksposur (EEA) dengan bank pembangunan multilateral lainnya. Likuiditas AfDB dinilai 'sangat baik' dengan aset likuid mencapai 2,6 kali utang jangka pendek, dan sekitar 77% aset treasuri berada di peringkat AA- ke atas.
Ke depan, Fitch memperkirakan AfDB akan menerbitkan tambahan hibrida modal sekitar 1 miliar dolar AS dalam tiga tahun ke depan. Meskipun lingkungan operasional di negara-negara tempat AfDB beroperasi dinilai berisiko tinggi, profil bisnis bank yang besar dan tata kelola yang baik menjadi penyeimbang. Pertanyaan yang muncul adalah sejauh mana AfDB dapat mempertahankan peringkat AAA-nya jika kondisi kredit beberapa negara peminjam terbesar terus memburuk.


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8258632/original/092756500_1781394166-IMG_3456.jpg)
