Investor Nigeria Raup Untung Rp4,6 Triliun dalam Sepekan, IHSG Versi Lagos Tembus 57%
Baca dalam 60 detik
- Indeks harga saham gabungan Nigeria mencetak rekor kenaikan year-to-date 57,27% setelah kapitalisasi pasar bertambah 1,38 triliun naira dalam sepekan.
- Aktivitas beli saham-saham unggulan mendorong volume transaksi naik 25%, meski jumlah deal justru menyusut 31%, menandakan perburuan nilai secara selektif.
- Sektor perbankan, asuransi, dan migas menjadi motor penggerak, sementara barang konsumsi dan industri tertekan aksi ambil untung.

Bursa saham Nigeria mencatatkan kinerja tahun berjalan (year-to-date/YTD) yang spektakuler, dengan imbal hasil menembus 57% setelah investor meraup keuntungan kolektif sebesar 1,38 triliun naira (sekitar Rp46 triliun) dalam sepekan terakhir. Gelombang aksi beli saham-saham murah (bargain hunting) menjadi katalis utama di tengah optimisme yang mulai kembali merasuk ke pasar modal terbesar di Afrika itu.
Indeks Harga Saham Gabungan (All-Share Index/ASI) di Nigerian Exchange (NGX) naik 0,88% secara mingguan ke level 244.738,74 poin. Kapitalisasi pasar pun ikut terdongkrak dari Rp155,59 triliun menjadi Rp156,97 triliun. Kenaikan ini mendorong imbal hasil YTD pasar menjadi 57,27%, level yang jarang tercapai dalam satu dekade terakhir. Menurut Cowry Asset Management, angka tersebut mencerminkan keyakinan investor yang terus menguat terhadap fundamental ekonomi domestik Nigeria.
Meski laju indeks utama positif, data menunjukkan bahwa pasar bergerak secara selektif. Rasio saham naik versus turun tercatat 1,12 kali, dengan 48 saham menguat dan 43 melemah. Artinya, kenaikan indeks tidak merata, melainkan ditopang oleh sejumlah emiten tertentu. Aktivitas perdagangan pun meningkat signifikan: volume saham yang diperdagangkan naik 25,14% menjadi 4,96 miliar lembar, sementara nilai transaksi melonjak 18,10% menjadi 207,60 miliar naira. Namun, jumlah transaksi (deal) justru turun 31,33%, mengindikasikan bahwa investor cenderung melakukan transaksi dalam jumlah besar secara terpusat, bukan tersebar di banyak saham.
Kinerja sektoral memperlihatkan divergensi yang tajam. Sektor perbankan, asuransi, dan minyak & gas mencatatkan kenaikan masing-masing 0,98%, 1,63%, dan 0,50%. Sebaliknya, sektor barang konsumsi turun 1,96%, barang industri minus 1,00%, dan komoditas terkoreksi 0,36%. Pola ini lazim terjadi ketika investor beralih dari saham defensif ke saham siklikal yang lebih sensitif terhadap prospek pemulihan ekonomi.
Di papan gainer, saham ABBEYBDS melesat 45,3% dalam sepekan, disusul INTENEGINS (+19,7%), CONHALL (+18,7%), ABCTRANS (+14,5%), dan FTNCOCOA (+13,9%). Menurut analis Cowry Asset, aksi beli kembali (renewed buying interest) pada saham-saham kapitalisasi menengah dan besar menjadi pendorong utama. Sementara itu, di sisi loser, FIDSON ambles 24,5%, ACADEMY turun 18,6%, UHOMREIT minus 17,4%, NEIMETH melemah 15,1%, dan LEARNAFRICA terkoreksi 13,0%. Tekanan jual dan aksi ambil untung menjadi biang kerok pelemahan mereka.
Bagi investor Indonesia, pergerakan bursa Nigeria ini menarik dicermati sebagai indikator sentimen pasar negara berkembang (emerging market) di Afrika. Nigeria, seperti Indonesia, tengah bergulat dengan tekanan inflasi dan kebijakan moneter ketat. Namun, imbal hasil YTD NGX yang mencapai 57% jauh melampaui IHSG yang hingga pertengahan tahun berada di kisaran 5-6%. Perbedaan ini menunjukkan bahwa valuasi saham Nigeria yang sempat terpuruk akibat krisis nilai tukar dan ketidakpastian politik kini mulai pulih seiring membaiknya prospek ekonomi makro.
Ke depan, Cowry Asset memperkirakan pasar akan bergerak positif namun hati-hati. Investor diperkirakan tetap selektif, memilih saham-saham berfundamental kuat sambil mengunci keuntungan dari kenaikan sebelumnya. Intermittent profit-taking bisa memicu volatilitas jangka pendek. Arah pergerakan selanjutnya akan sangat tergantung pada rilis laporan keuangan emiten, data makroekonomi, serta daya tarik relatif saham dibandingkan instrumen pendapatan tetap. Apakah momentum bullish ini mampu bertahan hingga akhir tahun, atau akan terhenti oleh aksi ambil untung yang lebih masif?



