Tomb Raider: Legacy of Atlantis Rilis Februari 2027, Hadirkan Grappling Hook dan Skill Tree
Baca dalam 60 detik
- Remake game pertama Tomb Raider, Legacy of Atlantis, akan dirilis pada 12 Februari 2027 dengan sejumlah fitur baru.
- Lara Croft kini dibekali grappling hook untuk eksplorasi lebih mulus, scanner untuk menemukan rahasia, serta sistem skill tree ringan.
- Fitur bullet time dan konsentrasi meter menambah kedalaman pertarungan, menjanjikan pengalaman lebih dinamis dari versi asli.

Para penggemar petualangan arkeologis boleh bersiap: Tomb Raider: Legacy of Atlantis, remake dari game perdana seri legendaris ini, dipastikan meluncur pada 12 Februari 2027. Informasi tersebut terungkap dalam sesi pratinjau tertutup yang digelar pekan ini, dihadiri jurnalis dan kreator konten dari berbagai belahan dunia.
Bocoran terbaru dari situs VGC mengungkap sejumlah peningkatan signifikan yang membedakan versi remake ini dari pendahulunya. Salah satu yang paling menonjol adalah penambahan grappling hook—alat andalan Lara untuk menjelajahi lingkungan linear yang sarat teka-teki. Tak hanya itu, sang arkeolog juga akan dibekali pemindai (scanner) untuk mengungkap lokasi tersembunyi, memberi dimensi baru pada eksplorasi.
Di sisi perlengkapan tempur, Lara tetap setia dengan pistol ganda ikoniknya yang memiliki amunisi tak terbatas. Sistem pertarungan pun diperhalus: ia mampu menghindar, berjungkir balik, atau berguling untuk mengelak dari serangan musuh. Yang menarik, Legacy of Atlantis menyematkan elemen RPG ringan melalui pohon keterampilan (skill tree). Pemain bisa mengumpulkan benda-benda tertentu untuk memperoleh poin keterampilan, lalu menukarnya dengan kemampuan baru.
Kombinasi gerakan baru membuat Lara Croft terasa lebih lincah dibanding versi 1996. Ia mampu melakukan lompatan tinggi dan mengisi meteran konsentrasi dengan menghindar tepat waktu. Begitu meteran penuh, pemain bisa mengaktifkan bullet time—memperlambat waktu sejenak untuk memberikan tembakan presisi. Fitur ini, menurut analis, mengadopsi mekanisme populer dari game aksi modern seperti Max Payne atau Red Dead Redemption.
Bagi pasar Indonesia, kehadiran Legacy of Atlantis menjadi angin segar di tengah dominasi game battle royale dan open-world. Komunitas penggemar Tomb Raider di Tanah Air, yang masih aktif di forum-forum diskusi, menantikan apakah versi remake ini akan menyertakan teks atau sulih suara bahasa Indonesia. Sejauh ini, Crystal Dynamics selaku pengembang belum memberikan pernyataan resmi mengenai lokalisasi.
Dengan jadwal rilis yang masih dua tahun lagi, para penggemar tentu berharap pengembang dapat mempertahankan esensi petualangan klasik sambil menghadirkan inovasi yang relevan. Akankah Legacy of Atlantis mampu menyamai kesuksesan remake Resident Evil atau justru tenggelam oleh nostalgia? Publikasi lebih lanjut dari pihak pengembang tentu dinanti.



