Duel Garcia vs Benn Batal? Promotor Bantah Ada Negosiasi
Baca dalam 60 detik
- Oscar De La Hoya, promotor Ryan Garcia, menyatakan belum ada pembicaraan untuk duel melawan Conor Benn, meskipun Garcia sebelumnya mengumumkan pertarungan pada September.
- Benn baru saja menandatangani kontrak multi-pertarungan dengan Zuffa Boxing, yang didukung Dana White dan modal Arab Saudi, menambah kompleksitas negosiasi.
- Kedua petinju saling ejek di media sosial, namun tanpa kesepakatan promotor, laga yang dinanti penggemar masih jauh dari kenyataan.

Rencana pertarungan antara juara kelas welter WBC Ryan Garcia dan petinju Inggris Conor Benn yang sempat diumumkan untuk September di Las Vegas ternyata belum memasuki tahap negosiasi resmi. Hal itu diungkapkan langsung oleh Oscar De La Hoya, promotor Garcia sekaligus bos Golden Boy Promotions, yang membantah adanya diskusi dengan kubu Benn.
Garcia, 27 tahun, sebelumnya mengklaim akan menghadapi Benn dalam laga yang dinantikan pecinta tinju. Namun De La Hoya menegaskan tidak ada satu pun pihak yang menghubunginya. “Saya mendengar desas-desus. Tidak ada yang bicara dengan saya. Kami yang punya keputusan akhir karena saya promotor Ryan Garcia,” ujarnya kepada Boxing Scene.
Benn, 29 tahun, baru saja pindah dari Matchroom ke Zuffa Boxing—perusahaan yang didukung CEO UFC Dana White dan modal Arab Saudi—dalam kontrak satu pertarungan pada Februari lalu, dan kini telah meneken kesepakatan multi-pertarungan. Langkah ini memicu kekhawatiran di kalangan promotor tradisional, termasuk De La Hoya, yang sebelumnya bersaksi di Senat AS menentang perubahan Undang-Undang Reformasi Tinju Muhammad Ali yang didukung Zuffa.
De La Hoya mengakui bahwa ia bersedia bekerja sama dengan promotor mana pun, termasuk Dana White dan Zuffa, demi mewujudkan keinginan Garcia. “Sejujurnya, saya benci, tapi kenapa tidak? Petarung menginginkan ini. Ryan menginginkannya. Mari kita wujudkan. Ini soal detail dan memastikan semua pihak senang,” katanya. Namun ia menekankan bahwa percakapan formal harus dimulai, baik Zuffa suka atau tidak.
Ketegangan antara De La Hoya dan Zuffa Boxing bukan rahasia. Zuffa mengusulkan perubahan sistem liga tinju yang dikhawatirkan mengurangi kebebasan petarung, pendapatan, dan kendali atas karier mereka. De La Hoya bahkan memprediksi konferensi pers pertarungan ini bisa lebih menarik daripada laga itu sendiri, jika ia dan Dana White saling berhadapan. “Mungkin konferensi pers lebih seru dari pertarungan karena saya dan Dana White saling serang,” ujarnya.
Sementara itu, kedua petinju terus saling lempar ejekan di media sosial. Garcia menulis di X: “Saya akan menghajar Conor Benn seperti dia mencuri sesuatu—jangan tertipu headline.” Benn membalas dengan menuduh Garcia hanya “banyak bicara” sementara ia “bekerja keras”, dan menantangnya: “Berhenti bicara. Tanda tangani kontrak.”
Bagi penggemar tinju Indonesia, laga ini menyita perhatian karena melibatkan dua petarung muda dengan rekor impresif dan gaya bertarung atraktif. Namun tanpa kesepakatan promotor, duel yang dijanjikan masih sekadar wacana. Pertanyaan besarnya: akankah Zuffa Boxing dan Golden Boy Promotions duduk bersama, atau perseteruan di luar ring justru menggagalkan laga yang paling dinanti tahun ini?



