Final Fantasy Resonance: Petualangan 40 Jam Siap Menguras Waktu Gamer
Baca dalam 60 detik
- Produser Final Fantasy Resonance mengonfirmasi durasi main cerita utama antara 30-40 jam, dengan penyelesaian 100% mencapai 60-80 jam.
- Cuplikan gameplay baru dirilis dalam livestream Square Enix, memperlihatkan elemen visual dan mekanik yang belum pernah ditampilkan sebelumnya.
- Game ini dijadwalkan rilis pada 22 Oktober untuk konsol dan PC, menjadi salah satu judul RPG paling dinanti tahun ini.

Square Enix akhirnya membuka tabir soal durasi bermain Final Fantasy Resonance, game terbaru yang diumumkan dalam ajang Nintendo Direct. Dalam sebuah livestream resmi, produser Keisuke Nakashima mengungkapkan bahwa petualangan utama game ini dapat dituntaskan dalam waktu 30 hingga 40 jam. Angka ini menempatkan Resonance pada posisi standar RPG modern, tidak terlalu pendek seperti game aksi linear, namun juga tidak seekstrem judul-judul open-world yang bisa memakan ratusan jam.
Bagi para penyelesaian misi (completionist), Nakashima menyebutkan bahwa menyelesaikan seluruh konten sampingan akan membutuhkan waktu antara 60 hingga 80 jam. Ini menandakan bahwa Square Enix tidak main-main dalam menyajikan kedalaman gameplay. Side quest, mini-game, dan mungkin bos rahasia menjadi daya tarik tambahan yang membuat pemain betah berlama-lama di dunia Resonance.
Yang menarik, livestream tersebut juga menampilkan cuplikan gameplay baru yang belum pernah dirilis sebelumnya. Meski detail spesifik masih dirahasiakan, cuplikan itu memperlihatkan pertarungan real-time yang lebih dinamis dan eksplorasi dunia yang tampak luas. Bagi penggemar seri Final Fantasy, ini adalah angin segar setelah beberapa tahun terakhir Square Enix lebih fokus pada remake dan spin-off.
Bagi gamer Indonesia, kabar ini tentu menggembirakan. Pasar game di Tanah Air terus tumbuh, dan judul-judul RPG besar seperti ini selalu dinantikan. Namun, perlu dicatat bahwa harga game AAA di Indonesia masih relatif tinggi dibandingkan pendapatan rata-rata. Dengan durasi 40 jam untuk cerita utama, rasio harga terhadap jam bermain (cost-per-hour) cukup kompetitif, terutama jika dibandingkan dengan game-game yang hanya bertahan 10-15 jam. Meski begitu, ketersediaan versi fisik di Indonesia masih menjadi tanda tanya, mengingat distribusi game Square Enix seringkali terbatas.
Menurut analis industri game, keputusan Square Enix untuk mengungkap durasi main lebih awal adalah strategi yang cerdas. Di tengah persaingan ketat dengan game-game live-service yang menuntut komitmen tanpa batas, menawarkan pengalaman yang solid dengan durasi jelas bisa menjadi nilai jual. Apalagi, banyak pemain dewasa yang memiliki waktu terbatas dan ingin tahu seberapa besar investasi waktu yang diperlukan.
Dengan tanggal rilis yang tinggal beberapa bulan lagi, para penggemar tentu bertanya-tanya: akankah Final Fantasy Resonance mampu menyamai kesuksesan Final Fantasy VII Remake atau justru menjadi angin lalu? Yang jelas, Square Enix telah memberikan gambaran bahwa game ini layak untuk dinantikan. Pertanyaan selanjutnya, apakah gamer Indonesia siap menyisihkan waktu 40 jam lebih untuk berpetualang di dunia Resonance?



