Pemain Bundesliga Siap Gebrak Piala Dunia 2026: Dari Pahlawan Jepang hingga Kapten Baru Tunisia
Baca dalam 60 detik
- Sejumlah pemain kunci Bundesliga akan memperkuat timnasnya di Grup F dan G Piala Dunia 2026, termasuk Ritsu Dōan yang pernah menjungkalkan Jerman.
- Rani Khedira, mantan pemain muda Jerman, resmi membela Tunisia dan menjadi andalan lini tengah, sementara Ellyes Skhiri memimpin tim sebagai kapten.
- Arthur Theate dari Eintracht Frankfurt menjadi salah satu bek Belgia yang diandalkan setelah tampil di Euro 2024 dan Piala Dunia 2022.

Panggung Piala Dunia 2026 akan menjadi ajang pembuktian bagi sederet bintang Bundesliga yang memperkuat negara masing-masing di Grup F dan G. Dari Jepang yang kembali diperkuat Ritsu Dōan hingga Tunisia yang kini memiliki kapten baru, persaingan di dua grup ini diprediksi berlangsung sengit.
Grup F mempertemukan Jepang, Belanda, Swedia, dan Tunisia. Jepang, yang tampil mengejutkan pada edisi 2022 dengan mengalahkan Jerman dan Spanyol, kembali mengandalkan pemain-pemain yang bermain di Bundesliga. Ritsu Dōan, gelandang serang Eintracht Frankfurt, menjadi sorotan setelah mencetak dua gol di Piala Dunia sebelumnya, termasuk gol penentu kemenangan atas Jerman. Di level klub, Dōan mencatatkan 27 gol dan 23 assist dalam tiga musim bersama Freiburg sebelum pindah ke Frankfurt. Sementara itu, Hiroki Ito dari Bayern Munich, meski dibatasi cedera, tetap menjadi opsi berharga di lini belakang Samurai Biru.
Kaishū Sano, gelandang bertahan Mainz, menunjukkan konsistensi luar biasa dengan memulai setiap pertandingan Bundesliga selama dua musim beruntun. Pemain berusia 25 tahun itu menempati peringkat ketiga dalam hal jarak tempuh lari (401,1 km) musim lalu. Yuito Suzuki, rekrutan anyar Freiburg dari Brøndby, juga patut diwaspadai setelah mencetak 21 gol dalam 58 pertandingan di Denmark dan langsung berkontribusi di Bundesliga dengan empat gol dan dua assist pada musim perdananya.
Dari kubu Belanda, Mark Flekken, kiper Bayer Leverkusen, menjadi andalan meski sempat cedera. Ia dikenal sebagai salah satu dari sedikit kiper yang pernah mencetak gol dalam pertandingan resmi saat membela Duisburg di kasta ketiga Jerman. Swedia mengandalkan Mattias Svanberg (Wolfsburg) yang baru pertama kali tampil di turnamen besar setelah sering diganggu cedera, serta Daniel Svensson, bek Borussia Dortmund yang dijuluki "Duracell Bunny" oleh pelatih Niko Kovač karena ketekunannya.
Tunisia hadir dengan dua pemain berpengalaman: Rani Khedira (Union Berlin) yang baru saja beralih kewarganegaraan dari Jerman ke Tunisia, dan Ellyes Skhiri (Eintracht Frankfurt) yang akan menjadi kapten untuk pertama kalinya di Piala Dunia ketiganya. Khedira menikmati musim terbaiknya dengan lima gol dan satu assist, sementara Skhiri telah memainkan setiap menit pertandingan Tunisia di Piala Dunia 2018 dan 2022.
Di Grup G, Belgia, Mesir, Iran, dan Selandia Baru akan bersaing. Belgia mengandalkan Arthur Theate, bek serba bisa Eintracht Frankfurt yang bisa bermain di tengah maupun kiri. Theate, yang telah mengoleksi 33 caps, sebelumnya tampil di Euro 2024 dan Piala Dunia 2022. Ia mencetak gol pertamanya untuk Frankfurt musim ini melalui sundulan melawan Köln.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, kehadiran pemain-pemain Bundesliga di Piala Dunia selalu menarik perhatian. Banyak pemain Indonesia yang bermimpi mengikuti jejak mereka, meski jalan menuju panggung dunia masih panjang. Namun, performa konsisten pemain seperti Sano dan Dōan bisa menjadi inspirasi bagi pesepak bola Tanah Air untuk terus mengasah kemampuan di kompetisi Eropa.
Dengan persaingan yang ketat di kedua grup, pertanyaan besarnya adalah: mampukah Jepang mengulangi kejutan 2022? Atau justru Tunisia yang akan menjadi kuda hitam di bawah kepemimpinan Skhiri? Jawabannya akan terjawab di lapangan hijau Amerika Utara pada musim panas 2026.



