Bundesliga Kirim Bintang ke Piala Dunia 2026: Dari Tillman hingga Uzun Siap Bersaing di Grup D
Baca dalam 60 detik
- Pemain dari Bundesliga dan Bundesliga 2 akan memperkuat empat tim di Grup D Piala Dunia 2026, dengan total sembilan nama dari Jerman.
- Malik Tillman (Bayer Leverkusen) dan Can Uzun (Eintracht Frankfurt) menjadi sorotan utama, masing-masing dengan rekor mencetak gol yang impresif.
- Persaingan Grup D diprediksi ketat, melibatkan Australia, Paraguay, Turki, dan Amerika Serikat, dengan pengaruh besar dari talenta Bundesliga.

Panggung terbesar sepak bola dunia akan menjadi ajang unjuk gigi bagi pemain-pemain Bundesliga dan Bundesliga 2. Sebanyak sembilan bintang dari dua kasta tertinggi Liga Jerman itu dipastikan akan saling berhadapan di Grup D Piala Dunia 2026, memperkuat empat tim berbeda: Australia, Paraguay, Turki, dan Amerika Serikat.
Grup yang sarat akan cerita ini tidak hanya mempertemukan negara-negara dengan basis penggemar besar, tetapi juga menjadi panggung bagi para pemain yang telah menorehkan prestasi di Jerman. Dari kapten St. Pauli yang tangguh hingga remaja ajaib Eintracht Frankfurt, setiap pemain membawa narasi unik ke turnamen yang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada tersebut.
Australia, misalnya, mengandalkan duet gelandang St. Pauli: Jackson Irvine dan Connor Metcalfe. Irvine, yang akan tampil di Piala Dunia ketiganya, telah mengoleksi 14 gol dari 80 caps internasional. Ia adalah motor permainan yang membawa St. Pauli promosi ke Bundesliga pada 2023/24. Sementara Metcalfe, lulusan akademi Melbourne City, dikenal karena fleksibilitasnya di lini tengah dan telah mengemas 35 caps senior.
Dari kubu Turki, dua nama menonjol: Ozan Kabak dan Can Uzun. Kabak, bek Hoffenheim, adalah ancaman udara yang nyata—ia memenangi 140 duel udara pada musim 2025/26, terbanyak di klubnya dan ketujuh di liga. Pemulihannya dari cedera ACL yang memakan waktu 502 hari menjadi bukti ketangguhan mental. Sementara Uzun, yang kini membela Eintracht Frankfurt, mencatat sejarah sebagai remaja pertama yang mencetak gol di lima pertandingan pembuka Bundesliga. Sebelumnya, ia mencetak 47 gol dalam 43 laga untuk tim muda Nürnberg.
Amerika Serikat membawa tiga pemain Bundesliga: Gio Reyna, Joe Scally, dan Malik Tillman. Reyna, yang kini di Borussia Mönchengladbach, pernah menjadi pemain termuda keempat yang mencetak gol untuk Dortmund. Scally, pada usia 23 tahun, menjadi pemain non-Jerman termuda yang mencapai 150 penampilan Bundesliga. Tillman, yang bergabung dengan Bayer Leverkusen pada Juli 2025, telah memenangi dua gelar Eredivisie beruntun bersama PSV Eindhoven dan dinobatkan sebagai Pemain Muda Terbaik Skotlandia versi PFA.
Menariknya, Paraguay menjadi satu-satunya tim di Grup D yang tidak memiliki perwakilan aktif dari Bundesliga. Namun, kehadiran pemain-pemain Jerman di tiga tim lainnya dipastikan akan mewarnai strategi pertandingan. Para pengamat menilai bahwa pengalaman bermain di liga dengan intensitas tinggi seperti Bundesliga memberikan keunggulan tersendiri, terutama dalam hal fisik dan taktik.
Bagi Indonesia, persaingan di Grup D ini bisa menjadi tontonan yang relevan mengingat banyaknya penggemar sepak bola Tanah Air yang mengikuti Bundesliga. Pemain seperti Malik Tillman dan Can Uzun sering menjadi sorotan di media sosial, dan performa mereka di Piala Dunia bisa semakin meningkatkan popularitas Liga Jerman di Asia Tenggara. Selain itu, keberhasilan pemain seperti Irvine yang memilih membela Australia ketimbang Skotlandia juga mengingatkan pada dilema naturalisasi yang kerap terjadi di Indonesia.
Dengan komposisi pemain yang sarat pengalaman dan talenta muda, Grup D menjanjikan pertarungan sengit. Akankah pengalaman Irvine membawa Australia melaju? Atau justru ketajaman Uzun yang menjadi pembeda bagi Turki? Satu hal yang pasti, Bundesliga akan menjadi salah satu pemasok bintang terbanyak di grup ini.

