Matthew Hayden Resmi Latih Glasgow Cosmic di European T20 Premier League
Baca dalam 60 detik
- Mantan bintang Australia, Matthew Hayden, dikonfirmasi sebagai kepala pelatih Glasgow Cosmic untuk edisi perdana European T20 Premier League.
- Turnamen yang digelar Agustus-September 2025 ini melibatkan tim dari enam kota Eropa dengan dukungan investor India, termasuk Steve Waugh dan Rahul Dravid.
- Kehadiran Hayden dan sederet pemain top dunia menandai ambisi ETPL menjadi liga T20 global baru yang kompetitif.

Matthew Hayden, legenda kriket Australia yang namanya identik dengan agresi di atas lapangan, kembali ke dunia kepelatihan. Kali ini, pria berusia 54 tahun tersebut dipercaya menukangi Glasgow Cosmic, salah satu tim dalam European T20 Premier League (ETPL) yang akan memulai musim perdananya pada 26 Agustus hingga 20 September 2025.
Keputusan Hayden bergabung dengan ETPL bukanlah tanpa alasan. Setelah pensiun dari bermain pada 2012, ia aktif sebagai komentator dan pelatih. Pengalaman teranyarnya adalah sebagai batting coach Gujarat Titans di IPL 2026. Sebelumnya, ia juga menjadi bagian dari staf kepelatihan Pakistan sejak 2021 hingga setelah Piala Dunia T20 2022. Kini, tantangan baru menanti di benua Eropa.
Hayden tidak sendirian. Ia akan didampingi asisten pelatih Matthew Mott, rekan senegaranya dari Queensland yang pernah menangani tim putih Inggris antara 2022 dan 2024. Duet Queensland ini diharapkan mampu membawa warna baru bagi skuad Glasgow Cosmic yang dihuni pemain-pemain berkaliber internasional.
Sejumlah nama besar telah dikonfirmasi memperkuat Glasgow Cosmic. Finn Allen, pembuka Selandia Baru yang dikenal agresif; Lungi Ngidi, bowler cepat Afrika Selatan; dan Liam Livingstone, all-rounder asal Inggris yang pernah membela tim nasional, menjadi andalan tim. Kombinasi pemain muda dan berpengalaman ini membuat Glasgow Cosmic layak diperhitungkan.
ETPL sendiri merupakan liga yang digagas dengan kolaborasi dewan kriket Irlandia, Skotlandia, dan Belanda. Enam tim akan bersaing dengan basis di Amsterdam, Rotterdam, Belfast, Dublin, Glasgow, dan Edinburgh. Uniknya, liga ini mendapatkan suntikan dana dari investor India. Glasgow Cosmic didukung oleh Mugafi Group, perusahaan hiburan asal India. Sementara itu, legenda Australia Steve Waugh dan ikon India Rahul Dravid turut menanamkan modal di waralaba lain. Bollywood pun tak ketinggalan: Abhishek Bachchan menjadi pemilik saham liga bersama Rules Sport Tech.
Bagi penggemar kriket di Indonesia, kehadiran ETPL bisa menjadi angin segar. Meski kriket belum sepopuler sepak bola atau bulu tangkis di Tanah Air, turnamen ini menawarkan format T20 yang cepat dan menghibur. Dengan melibatkan nama-nama besar seperti Hayden dan Dravid, ETPL berpotensi menarik perhatian global, termasuk dari komunitas kriket Indonesia yang mulai tumbuh. Apalagi, Indonesia sendiri memiliki sejarah partisipasi di ajang kriket internasional, seperti SEA Games.
Pertanyaan selanjutnya adalah: mampukah ETPL bersaing dengan liga-liga T20 mapan seperti IPL, Big Bash, atau The Hundred? Dengan dukungan investor kelas berat dan partisipasi pemain bintang, ETPL menunjukkan ambisi untuk menjadi pemain baru di panggung kriket dunia. Namun, tantangan logistik, perbedaan zona waktu, dan basis penggemar yang masih perlu dibangun menjadi pekerjaan rumah yang tidak ringan.



