Pasar Saham Nigeria Pulih: Investor Raup Untung Rp 2,3 Triliun dalam Sehari
Baca dalam 60 detik
- Indeks harga saham gabungan Nigeria naik 0,46% pada awal pekan, mendorong kapitalisasi pasar bertambah N714 miliar.
- Aksi beli saham unggulan seperti MTNN dan FCMB menjadi motor penggerak pemulihan setelah pekan sebelumnya terkoreksi.
- Volume transaksi melonjak 17,87% dan nilai transaksi naik 76,99%, menandakan optimisme investor kembali menguat.

Bursa efek Nigeria (NGX) membuka pekan ini dengan performa positif setelah investor meraup keuntungan kolektif lebih dari N714 miliar (sekitar Rp 23,8 triliun) pada Senin (10/3). Indeks harga saham gabungan (All-Share Index) melesat 1.113,76 basis poin ke level 243.707,07, menandai pembalikan arah dari tekanan jual pekan lalu.
Kenaikan ini didorong oleh aksi beli saham-saham berkapitalisasi menengah dan besar, termasuk OANDO, MTNN, FCMB, ARADEL, dan FRISTHOLDCO. Menurut catatan Atlass Portfolio Limited, sebanyak 717,16 juta unit saham berpindah tangan dengan nilai total N56,66 miliar dalam 73.321 transaksi. Lonjakan volume dan nilai transaksi masing-masing mencapai 17,87% dan 76,99% dibandingkan hari sebelumnya.
FCMB menjadi saham paling aktif dengan kontribusi 24,30% terhadap volume perdagangan, disusul TIP (5,14%), JAIZBANK (5,04%), ABBEYBDS (3,61%), dan ACCESSCORP (3,20%). Sementara itu, MTNN mendominasi nilai transaksi dengan pangsa 16,01%, menjadikannya saham dengan nilai perdagangan tertinggi di bursa.
Dari sisi sektoral, empat dari lima sektor utama mencatatkan penguatan. Sektor minyak dan gas memimpin dengan kenaikan 0,87%, diikuti asuransi (+0,62%), perbankan (+0,59%), dan barang konsumen (+0,10%). Satu-satunya sektor yang melemah adalah barang industri, meski hanya turun tipis 0,003%.
INTENEGINS menjadi saham dengan kenaikan tertinggi, melonjak 9,92%, disusul TIP (+9,91%), ABCTRANS (+9,68%), ABBEYBDS (+9,63%), HMCALL (+8,89%), dan CONHALLPLC (+8,51%). Sebaliknya, FIDSON menjadi yang terpuruk dengan penurunan 10,00%, diikuti ACADEMY (-9,70%), RTBRISCOE (-9,43%), SUNUASSUR (-9,38%), LEARNAFRCA (-8,70%), dan DAARCOMM (-6,57%).
Pemulihan ini terjadi di tengah imbal hasil surat utang negara (Treasury Bills) Nigeria yang mulai melandai menjelang lelang pekan ini. Kondisi itu turut mendorong investor untuk kembali melirik pasar saham sebagai alternatif investasi yang lebih menarik.
Bagi pelaku pasar Indonesia, pergerakan NGX menjadi indikator sentimen investor terhadap pasar negara berkembang. Nigeria dan Indonesia sama-sama menghadapi tekanan inflasi dan kebijakan suku bunga ketat. Jika tren pemulihan berlanjut, bisa menjadi sinyal positif bagi bursa Asia Tenggara, termasuk IHSG, yang juga tengah mencari katalis penguatan.
Ke depan, investor akan mencermati data inflasi Nigeria yang akan dirilis pekan depan serta keputusan suku bunga bank sentral. Apakah momentum beli ini akan bertahan atau hanya sekadar technical rebound? Jawabannya tergantung pada konsistensi fundamental ekonomi dan arus modal asing.



