Shin Tae-yong ke Persija: Reuni Tujuh Mantan Anak Buah di Timnas Indonesia
Baca dalam 60 detik
- Pelatih asal Korea Selatan itu diisukan akan menukangi Persija Jakarta, mempertemukan kembali dengan tujuh pemain yang pernah ia orbitkan di timnas.
- Lima dari tujuh pemain tersebut mendapat debut internasional di bawah arahan STY, termasuk Rizky Ridho dan Witan Sulaeman yang pertama kali tampil pada Mei 2021.
- Kedatangan STY diprediksi mengubah dinamika skuad Macan Kemayoran, terutama bagi pemain muda seperti Fajar Fathur Rahman yang pernah menjadi andalannya di level U-23.
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/8059711/original/097057200_1780903602-sty-3.jpg.jpeg)
Rumor kepindahan Shin Tae-yong ke Persija Jakarta bukan sekadar perpindahan pelatih biasa. Jika terealisasi, juru taktik asal Korea Selatan itu akan bersua kembali dengan tujuh pemain yang pernah ia asuh di Timnas Indonesiaโsebuah reuni yang sarat makna bagi perjalanan karier para pemain tersebut.
Sejak menangani skuad Garuda pada 2020 hingga 2025, STY dikenal getol mempromosikan pemain muda. Tak sedikit dari mereka yang kini menjadi pilar Persija. Dari total tujuh pemain, lima di antaranya mendapatkan debut internasional perdana dari tangan STY. Dua lainnya adalah pemain naturalisasi yang mulai membela Indonesia pada era kepemimpinannya.
Rizky Ridho dan Witan Sulaeman menjadi contoh paling awal. Keduanya menjalani laga perdana bersama timnas senior saat menghadapi Oman pada Mei 2021, menjelang Kualifikasi Piala Dunia 2022. Ridho, yang kini menjadi kapten Persija, bahkan telah melalui jenjang U-20 dan U-23 di bawah STY. Sementara Witan, winger berusia 24 tahun, mulai mencuri perhatian sejak mengikuti pemusatan latihan di Kroasia pada 2020.
Di sisi lain, program naturalisasi yang digencarkan STY juga menyumbang dua nama penting: Jordi Amat dan Shayne Pattynama. Jordi resmi menjadi WNI pada November 2022 dan langsung debut sebulan kemudian di Piala AFF 2022. Shayne menyusul pada Januari 2023, dan momen debutnya terasa istimewa karena terjadi saat Indonesia berhadapan dengan Argentina, juara dunia 2022. Namun, persaingan ketat di lini belakang timnas membuat keduanya kini jarang mendapat tempat.
Selain deretan pemain senior, STY juga pernah membesut tiga pemain muda Persija yang kini berpotensi menjadi andalan. Fajar Fathur Rahman, bek kanan asal Manokwari, merupakan bagian dari skuad Garuda Muda yang tembus semifinal Piala Asia U-23 2024. Ilham Rio Fahmi juga tak kalah mentereng; ia turut meraih medali perunggu SEA Games 2022 dan tampil di Piala Asia U-23 2024. Adapun Dony Tri Pamungkas menjalani program jangka panjang bersama tim U-20 yang dipersiapkan untuk Piala Dunia U-20 2023, termasuk pemusatan latihan di Spanyol. Dony bahkan sempat merasakan debut di timnas senior pada Piala AFF 2024.
Kedatangan STY ke Persija diprediksi akan mengubah peta kekuatan tim. Para pemain yang pernah merasakan sentuhannya tentu memiliki keunggulan adaptasi. Namun, tantangan terbesar justru ada pada STY sendiri: bagaimana ia mampu meramu kembali harmoni dengan pemain yang kini sudah berkembang di bawah pelatih lain, sekaligus membawa Persija bersaing di Liga 1.
Akankah reuni ini menjadi kunci kebangkitan Macan Kemayoran, atau justru memunculkan dinamika baru yang tak terduga? Publik sepak bola Indonesia patut menanti.



