Video Setup Steam Frame Bocor, Valve Siap Rilis VR Headset Musim Panas Ini
Baca dalam 60 detik
- Valve mengonfirmasi Steam Frame dan Steam Machine akan tersedia musim panas ini, dengan video setup yang bocor di publik.
- Video dari LabeVR menunjukkan kalibrasi kontroler dan antarmuka SteamOS, meski Valve berpotensi menghapusnya.
- Steam Frame adalah headset VR mandiri, namun video tersebut tidak mengungkap spesifikasi atau fitur baru.

Valve, perusahaan pengembang platform game Steam, dikabarkan akan merilis perangkat virtual reality (VR) terbaru mereka, Steam Frame, bersamaan dengan Steam Machine pada musim panas tahun ini. Kepastian tersebut muncul setelah sebelumnya Valve mengonfirmasi jadwal peluncuran, dan kini sebuah video yang memperlihatkan proses pengaturan awal perangkat tersebut bocor ke publik.
Video yang diunggah oleh akun LabeVR itu menampilkan langkah-langkah kalibrasi kontroler serta antarmuka berbasis SteamOS yang digunakan oleh Steam Frame. Meskipun durasinya pendek, rekaman tersebut memberikan gambaran awal tentang bagaimana pengguna akan menyiapkan headset VR mandiri ini. Namun, Valve dikabarkan masih memiliki kewenangan untuk menarik video tersebut dari peredaran jika dianggap melanggar kebijakan.
Steam Frame merupakan headset VR yang berdiri sendiri (standalone), artinya tidak memerlukan koneksi ke PC atau konsol untuk beroperasi. Ini menjadi langkah strategis Valve untuk bersaing dengan produk sejenis seperti Meta Quest dan PlayStation VR2. Meski demikian, video yang bocor tidak mengungkap detail teknis baru seperti resolusi layar, daya tahan baterai, atau harga jual.
Bagi pasar Indonesia, kehadiran Steam Frame bisa menjadi angin segar bagi komunitas gamer dan penggemar VR. Selama ini, akses terhadap perangkat VR berkualitas masih terbatas dan harganya relatif mahal. Jika Valve mampu menawarkan harga kompetitif, bukan tidak mungkin Steam Frame akan menjadi pilihan utama bagi pengguna di Tanah Air yang ingin merasakan pengalaman VR tanpa harus mengeluarkan biaya besar untuk PC gaming.
Menurut analis industri, langkah Valve merilis headset standalone menunjukkan pergeseran strategi perusahaan yang sebelumnya lebih fokus pada perangkat keras berbasis PC. Dengan Steam Frame, Valve ingin menjangkau segmen pasar yang lebih luas, termasuk pengguna yang tidak memiliki PC gaming. Namun, tantangan terbesar adalah membangun ekosistem konten VR yang menarik, mengingat persaingan dengan Meta yang sudah memiliki katalog game dan aplikasi yang lebih matang.
Ke depannya, publik menantikan apakah Valve akan mengungkap lebih banyak detail teknis dalam waktu dekat, atau justru memilih untuk merahasiakannya hingga peluncuran resmi. Pertanyaan besarnya: akankah Steam Frame mampu mengubah lanskap VR seperti yang dilakukan Steam Deck terhadap pasar genggam?



