Xbox Siap PHK Massal Juli 2026: Strategi Baru di Tengah Penurunan Pendapatan
Baca dalam 60 detik
- Microsoft akan melakukan pemutusan hubungan kerja besar-besaran di divisi Xbox mulai Juli 2026, menyusul margin keuntungan yang anjlok ke 3%.
- Investasi konten dan hardware senilai $20 miliar dalam lima tahun tak mampu menahan penurunan pendapatan tahunan hampir setengah miliar dolar.
- Presiden Xbox Asha Sharma berencana merombak katalog dan prioritas investasi, dengan fokus pada eksklusivitas dan kekayaan intelektual baru.

Microsoft bersiap memangkas ribuan karyawan divisi Xbox dalam gelombang PHK yang diperkirakan dimulai Juli 2026, sebagai bagian dari transformasi besar di bawah kepemimpinan presiden baru Asha Sharma. Langkah ini diambil setelah margin akuntabilitas divisi tersebut merosot ke angka 3%, memicu evaluasi ulang strategi bisnis yang selama ini dinilai tidak efisien.
Menurut laporan Bloomberg yang dikutip dari jurnalis Jason Schreier, keputusan ini akan diumumkan setelah penutupan tahun fiskal Microsoft pada 30 Juni. Meski jumlah pasti karyawan yang terdampak belum diungkap, sumber internal menyebutkan bahwa PHK ini akan menyentuh seluruh lini bisnis Xbox, termasuk kemungkinan penutupan studio atau perubahan daftar studio yang dimiliki. Anggaran pemasaran juga akan dipotong signifikan, tidak hanya di Xbox tetapi juga divisi lain Microsoft.
Dalam surat kepada karyawan, Sharma mengungkapkan bahwa dalam lima tahun terakhir, Xbox telah menghabiskan lebih dari $20 miliar untuk investasi konten, platform, dan subsidi perangkat keras—di luar akuisisi Activision Blizzard King. Namun, pendapatan tahunan justru turun hampir setengah miliar dolar pada periode yang sama. “Kami tidak bisa melanjutkan ini,” tulis Sharma, menekankan perlunya perubahan haluan.
Sharma juga menyoroti bahwa Xbox memiliki waralaba ikonik dengan potensi besar, tetapi pendanaan yang tidak memadai membuatnya sulit bersaing. Ia menekankan pentingnya jalur pasokan konten eksklusif—baik first-party maupun third-party—serta kekayaan intelektual baru untuk meraih kesuksesan. “Kami perlu menyeimbangkan kembali prioritas investasi untuk lima tahun ke depan,” ujarnya dalam pernyataan yang juga diunggah di akun X resminya.
Bagi industri gim Indonesia, langkah ini patut dicermati. Xbox selama ini menjadi salah satu platform utama bagi gamer Tanah Air, terutama melalui layanan Game Pass. Jika PHK massal berujung pada pengurangan konten eksklusif atau penundaan rilis gim, konsumen Indonesia bisa merasakan dampaknya dalam bentuk pilihan gim yang lebih sempit atau kenaikan harga langganan. Di sisi lain, perubahan strategi ini bisa membuka peluang bagi pengembang lokal untuk menjalin kemitraan dengan Xbox yang tengah mencari konten segar.
Ke depan, pertanyaan besar yang mengemuka adalah: akankah langkah ini cukup menyelamatkan Xbox dari tekanan kompetitor seperti PlayStation dan layanan cloud gaming? Atau justru sebaliknya, PHK massal akan memperlemah posisi Microsoft di industri yang semakin ketat? Jawabannya mungkin baru terlihat dalam beberapa bulan ke depan, saat dampak restrukturisasi mulai terasa.



