Milan Gelar Babak Baru Negosiasi dengan Glasner, Pochettino Masih Jadi Alternatif
Baca dalam 60 detik
- AC Milan mengagendakan pertemuan kedua dengan Oliver Glasner dalam waktu dekat, dengan perwakilan pelatih asal Austria itu optimistis mencapai kesepakatan.
- Mauricio Pochettino masih menjadi kandidat kuat dan disebut sudah memiliki kesepakatan pribadi dengan klub, menciptakan persaingan sengit di kursi pelatih.
- Keputusan akhir akan bergantung pada visi jangka panjang klub yang tengah merombak total manajemen setelah kegagalan lolos ke Liga Champions.

AC Milan kembali menggelar pertemuan dengan Oliver Glasner dalam beberapa jam ke depan, memperkuat sinyal bahwa mantan pelatih Crystal Palace itu menjadi prioritas utama klub dalam mencari suksesor Massimiliano Allegri. Langkah ini diambil di tengah proses restrukturisasi besar-besaran yang dilakukan manajemen Rossoneri setelah musim 2025-26 yang mengecewakan.
Menurut laporan Calciomercato, negosiasi putaran kedua akan berlangsung paling lambat Selasa, 9 Juni. Sumber internal menyebut Glasner telah menempatkan Milan sebagai tujuan utamanya dan kubu pelatih asal Austria itu optimistis dapat mencapai kata sepakat. Pertemuan pertama pekan lalu antara Glasner dengan Zlatan Ibrahimovic dan Gerry Cardinale dinilai berlangsung positif.
Namun, persaingan memperebutkan kursi pelatih San Siro belum berakhir. Mauricio Pochettino, yang kini menukangi tim nasional Amerika Serikat, masih menjadi kandidat kuat. Bahkan, La Gazzetta dello Sport melaporkan bahwa pelatih asal Argentina itu telah mencapai kesepakatan pribadi dengan manajemen Milan. Situasi ini menimbulkan dilema: memilih Glasner yang lebih muda dan fleksibel secara taktik, atau Pochettino yang sarat pengalaman di level tertinggi Eropa.
Keputusan pelatih baru menjadi krusial karena Milan tengah melakukan perombakan total. CEO Giorgio Furlani, direktur olahraga Igli Tare, dan direktur teknis Geoffrey Moncada telah dipecat bersama Allegri setelah gagal membawa tim ke Liga Champions musim depan. Ibrahimovic dan Cardinale kini memegang kendali penuh dalam membangun ulang struktur klub, mulai dari manajemen hingga skuad.
Bagi pengamat sepak bola Italia, pilihan antara Glasner dan Pochettino mencerminkan dua arah berbeda. Glasner dianggap sebagai pelatih yang mampu membangun proyek jangka panjang dengan pendekatan pressing tinggi dan pengembangan pemain muda. Sementara Pochettino menawarkan jaminan kualitas dan pengalaman memenangkan trofi, meski membutuhkan investasi pemain yang lebih besar.
Di Indonesia, perkembangan ini menarik perhatian karena banyak penggemar Serie A yang mengikuti pergerakan Milan. Jika Glasner terpilih, gaya bermainnya yang atraktif bisa menjadi tontonan menarik. Namun, jika Pochettino yang datang, ekspektasi untuk segera bersaing di papan atas Eropa akan langsung membebani pundaknya.
Keputusan akhir diperkirakan akan diumumkan dalam pekan ini. Pertanyaan besarnya: akankah Milan memilih proyek jangka panjang bersama Glasner, atau langsung mengejar kejayaan instan dengan Pochettino? Jawabannya akan menentukan arah klub untuk beberapa musim ke depan.



