NVIDIA RTX 50 SUPER Series: Peluncuran Mundur ke 2027, Spek Lebih Gahar
Baca dalam 60 detik
- NVIDIA dikabarkan akan meluncurkan RTX 50 SUPER series di CES Januari 2027, mundur dari perkiraan sebelumnya akhir 2026.
- Seri ini akan menggunakan memori GDDR7 3GB, memungkinkan kapasitas lebih besar tanpa mengubah lebar bus.
- Varian yang beredar meliputi RTX 5080 SUPER 24GB, RTX 5070 Ti SUPER 24GB, dan RTX 5070 SUPER 18GB.

NVIDIA kembali menghidupkan rencana peluncuran jajaran kartu grafis RTX 50 SUPER yang sempat dikabarkan batal. Menurut laporan terbaru dari BenchLife, perusahaan asal Amerika Serikat itu dijadwalkan memperkenalkan seri tersebut pada ajang CES di Januari 2027, mundur dari perkiraan awal yang menyebut akhir 2026.
Kabar ini muncul setelah beberapa pekan terakhir beredar spekulasi bahwa lini RTX 50 SUPER telah dicoret dari peta jalan NVIDIA. Kini, sumber industri menyebutkan bahwa pengembangan masih berlanjut, dengan target peluncuran yang lebih realistis pada awal 2027. Penundaan ini kemungkinan terkait dengan upaya NVIDIA menyempurnakan arsitektur dan memastikan pasokan chip memori yang memadai.
Fitur utama yang diunggulkan adalah penggunaan modul memori GDDR7 berkapasitas 3GB per chip. Dengan teknologi ini, NVIDIA dapat meningkatkan kapasitas memori total tanpa harus memperlebar bus memori, sebuah pendekatan yang efisien secara biaya dan teknis. Sebagai gambaran, RTX 5080 SUPER disebut akan membawa 24GB VRAM, RTX 5070 Ti SUPER juga 24GB, sementara RTX 5070 SUPER dibekali 18GB.
Keputusan NVIDIA untuk memundurkan jadwal ini menarik dicermati, terutama di tengah persaingan ketat dengan AMD dan Intel di segmen GPU. Bagi konsumen Indonesia, penundaan ini berarti mereka harus menunggu lebih lama untuk mendapatkan kartu grafis dengan performa lebih tinggi. Namun, di sisi lain, hal ini memberi waktu bagi ekosistem lokal—dari distributor hingga gamer—untuk mempersiapkan adopsi teknologi baru.
Menurut analis pasar, langkah NVIDIA juga bisa menjadi strategi untuk menghindari kanibalisasi penjualan seri RTX 50 reguler yang baru dirilis. Dengan memberikan jarak peluncuran yang cukup, perusahaan berharap dapat memaksimalkan pendapatan dari kedua lini produk. Belum ada konfirmasi resmi dari NVIDIA mengenai harga atau ketersediaan di pasar Indonesia.
Ke depan, publik menantikan apakah NVIDIA akan mempertahankan jadwal ini atau kembali merevisinya. Satu hal yang pasti: persaingan GPU kian memanas, dan konsumen Indonesia berharap harga tetap kompetitif saat produk akhirnya tiba di Tanah Air.



