Pemain Muda Inter Incaran Klub Premier League, Manchester United Kirim Pemantau
Baca dalam 60 detik
- Manchester United mengirim pemantau untuk menyaksikan aksi Francesco Pio Esposito saat Italia mengalahkan Yunani 1-0 dalam laga uji coba.
- Selain Manchester United, Arsenal, Tottenham, dan Chelsea juga dikabarkan memantau perkembangan pemain berusia 20 tahun itu sejak setahun terakhir.
- Presiden Inter Beppe Marotta menegaskan klub tidak berniat menjual Esposito dalam waktu dekat, meski minat dari klub Inggris terus menguat.

Manchester United dikabarkan mengirim pemantau bakat untuk menyaksikan langsung penampilan Francesco Pio Esposito, striker muda Inter Milan, saat Italia menundukkan Yunani 1-0 dalam laga persahabatan akhir pekan lalu. Langkah ini menegaskan persaingan ketat klub-klub Premier League untuk mendapatkan tanda tangan pemain berusia 20 tahun yang tengah naik daun tersebut.
Menurut laporan yang beredar, Manchester United bukan satu-satunya klub Inggris yang memburu Esposito. Arsenal, Tottenham Hotspur, dan Chelsea juga disebut-sebut telah memantau perkembangan sang pemain selama setahun terakhir. Ketertarikan ini muncul setelah Esposito menunjukkan performa impresif di level internasional dan klub.
Esposito, yang merupakan produk asli akademi Inter Milan, baru saja menyelesaikan musim perdananya bersama tim utama Nerazzurri. Dalam berbagai ajang, ia mencatatkan sepuluh gol dan enam assist—catatan yang terbilang gemilang untuk pemain seusianya. Dua gol terakhirnya dicetak saat membela Timnas Italia dalam laga persahabatan melawan Luksemburg dan Yunani, yang keduanya berakhir dengan kemenangan 1-0.
Bagi klub-klub Premier League, merekrut pemain muda berbakat dari Italia bukanlah hal baru. Namun, minat terhadap Esposito menunjukkan bahwa mereka melihat potensi jangka panjang yang besar. Di sisi lain, Inter Milan tampaknya tidak berniat melepas aset berharganya dengan mudah. Presiden Inter, Beppe Marotta, pada Maret lalu sudah memberikan sinyal tegas terkait masa depan Esposito.
“Inter bukan klub penjual; kami tidak menjadikan jual-beli pemain sebagai aktivitas utama. Pio Esposito adalah produk akademi kami, dan kami menjaganya,” ujar Marotta kala itu. Ia menambahkan, “Tentu saja, apa pun bisa terjadi di masa depan, tapi itu hanya akan terjadi di masa yang sangat jauh.” Pernyataan ini menunjukkan bahwa Inter berambisi mempertahankan pemain mudanya, setidaknya untuk beberapa musim ke depan.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, persaingan merebut Esposito bisa menjadi cerminan bagaimana klub-klub Eropa kini semakin agresif memburu talenta muda. Di tengah gempuran pemain asing, akademi lokal seperti milik Inter tetap menjadi ladang emas yang menghasilkan pemain berkualitas. Jika Esposito benar-benar hengkang ke Premier League, ia akan bergabung dengan deretan pemain Italia lain yang sukses di Inggris, seperti Jorginho atau Gianluigi Donnarumma—meski Donnarumma memilih Paris Saint-Germain.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah: akankah Inter mampu menahan godaan tawaran finansial dari klub-klub kaya Inggris? Ataukah Esposito akan menjadi bintang berikutnya yang memilih petualangan baru di Premier League? Yang jelas, persaingan di bursa transfer musim panas mendatang dipastikan akan semakin memanas.



