Aston Villa Incar Winger PSG Ibrahim Mbaye: Ancaman Baru Buendia?
Baca dalam 60 detik
- Aston Villa dikabarkan hampir merekrut winger PSG Ibrahim Mbaye, 18 tahun, sebagai alternatif potensial di lini serang.
- Mbaye menunjukkan efisiensi tinggi dengan lima kontribusi gol dalam 10 starter Ligue 1, mengungguli Emiliano Buendia yang butuh 22 starter untuk delapan kontribusi.
- Kedatangan Mbaye bisa menjadi investasi jangka panjang Villa untuk mengantisipasi inkonsistensi Buendia dan memperkuat persaingan di sayap.

Juara Eropa Aston Villa dikabarkan hampir mengamankan tanda tangan winger Paris Saint-Germain, Ibrahim Mbaye, pada bursa transfer musim panas ini. Langkah ini muncul di tengah keraguan terhadap konsistensi Emiliano Buendia, yang meski tampil gemilang musim lalu, belum bisa diandalkan dalam jangka panjang.
Menurut jurnalis Prancis Romaine CG, Villa dan PSG telah mencapai kesepakatan lisan untuk transfer pemain berusia 18 tahun asal Senegal tersebut. Mbaye, yang pernah dilirik Liverpool, dianggap sebagai opsi yang lebih baik di sisi sayap dibandingkan Buendia. Villa sebelumnya juga tertarik pada Januari lalu, tetapi baru sekarang negosiasi membuahkan hasil.
Buendia memang tampil impresif dengan 11 gol dan 9 assist di semua kompetisi musim 2025/26, termasuk gol dan assist di final Liga Europa. Namun, performa itu kontras dengan tiga musim sebelumnya di mana ia tak pernah mencapai dua digit gol atau assist. Manajer Unai Emery tak bisa menjamin bahwa mantan pemain Norwich itu akan konsisten, terutama mengingat usianya yang sudah 29 tahun.
Mbaye, sebaliknya, masih berada di fase menanjak. Meski hanya menjadi pelapis di PSG di belakang para bintang seperti Ousmane Dembele dan Kylian Mbappe, ia mencatatkan lima kontribusi gol (4 gol, 1 assist) hanya dalam 10 starter di Ligue 1. Bandingkan dengan Buendia yang membutuhkan 22 starter untuk delapan kontribusi gol di Premier League. Efisiensi Mbaye menunjukkan bahwa ia bisa menjadi pembeda bahkan dengan menit bermain terbatas.
Potensi Mbaye tak hanya terlihat di level senior. Di level U19, ia digambarkan sebagai pemain "mengancam" oleh pemandu bakat U23 Antonio Mango, dengan torehan 15 gol dan 19 assist dalam 37 laga. Angka itu jauh melampaui produktivitas Buendia di usia yang sama. Villa tampaknya tidak hanya mencari pelapis, tetapi juga investasi jangka panjang yang bisa menjadi andalan di masa depan.
Bagi sepak bola Indonesia, pergerakan Villa ini menarik untuk dicermati. Klub Premier League semakin agresif merekrut pemain muda berbakat dari liga top Eropa, menunjukkan bahwa persaingan di level tertinggi menuntut perencanaan skuad yang matang. Villa, yang musim lalu menjuarai Liga Europa, ingin mempertahankan momentum dengan menambah amunisi baru tanpa mengeluarkan biaya besar—Mbaye diperkirakan bernilai sekitar €15-20 juta, jauh di bawah harga pasar pemain sekaliber Buendia.
Namun, tetap ada risiko. Mbaye belum terbukti bisa tampil konsisten sebagai starter di liga kompetitif. Ia hanya tampil 42 kali untuk PSG dengan total 4 gol dan 4 assist. Villa harus siap memberinya waktu adaptasi, terutama jika ia diharapkan menjadi pengganti langsung Buendia. Emery dikenal sabar mengembangkan pemain muda, seperti yang ia lakukan terhadap Morgan Rogers, yang kini menjadi pemain kunci.
Keputusan Villa mendekati Mbaye juga bisa dipicu oleh situasi kontrak Buendia yang tersisa dua tahun. Jika performanya menurun, nilai jualnya bisa anjlok. Dengan merekrut Mbaye sekarang, Villa mengamankan opsi masa depan sekaligus memberi tekanan pada Buendia untuk terus tampil optimal. Pertanyaannya, akankah Mbaye mampu bersinar di Premier League seperti yang ia lakukan di Ligue 1? Ataukah ini hanya langkah spekulatif yang berisiko?



