Jadwal Serie A 2026/27: Bentrok Liga Champions dan Derby, Inter Jadi yang Terberat
Baca dalam 60 detik
- Inter Milan menghadapi jadwal paling padat di antara klub Italia karena harus membagi fokus antara Serie A dan Liga Champions, dengan Derby della Madonnina pada 1 November diapit dua laga Eropa.
- Napoli berpotensi menjalani tiga laga besar dalam delapan hari pada Februari, termasuk menghadapi Juventus dan Lazio di sela-sela babak 16 besar Liga Champions.
- Como yang baru pertama kali berlaga di Liga Champions langsung diuji dengan jadwal berat, termasuk laga tandang melawan AC Milan hanya beberapa hari setelah matchday Eropa.

Jadwal Serie A musim 2026/27 yang baru dirilis, berpadu dengan kalender pertandingan UEFA, menciptakan serangkaian bentrok jadwal yang bisa menentukan nasib klub-klub Italia di kancah domestik dan Eropa. Bagi para penggemar sepak bola tanah air, momen-momen ini layak dicermati karena dapat memengaruhi performa tim favorit mereka di kompetisi antarklub tertinggi Benua Biru.
Inter Milan menjadi klub yang paling tertekan. Tim besutan Simone Inzaghi harus mempertahankan gelar Scudetto sambil menjalani kewajiban di Liga Champions. Dua pekan krusial menanti: awal November, Inter menjamu Como pada matchday 11 (sekitar 8 November) yang diapit laga fase grup Liga Champions, lalu akhir pekan berikutnya berhadapan dengan Atalanta di San Siro. Namun, puncak tekanan jatuh pada 1 November, saat Derby della Madonnina kontra AC Milan digelar tepat di antara dua matchday Liga Champions. Pekan itu dinilai sebagai yang paling intens bagi seluruh musim Inter.
Napoli juga tidak luput dari jadwal gila. Pada pertengahan Februari, jika lolos ke babak 16 besar Liga Champions, leg pertama akan jatuh di antara pekan ke-24 dan ke-25 Serie A. Konsekuensinya, Napoli—yang kemungkinan besar ditangani Massimiliano Allegri—menjamu Juventus pada 14 Februari, lalu melakoni laga Eropa, dan akhirnya bertemu Lazio pada 21 Februari. Tiga partai besar dalam rentang delapan hari. Situasi serupa dialami Juventus dan AC Milan yang sama-sama berlaga di Liga Europa. Derby d'Italia antara Milan dan Juventus pada pekan ke-22 (31 Januari) terjadi tepat sebelum leg kedua babak knockout. Kekalahan di salah satu kompetisi bisa berdampak besar pada musim kedua klub.
Roma memiliki keanehan jadwal paling dramatis. Derby della Capitale melawan Lazio dijadwalkan pada pekan ke-15 (sekitar 13 Desember), hanya beberapa hari setelah matchday kelima fase grup Liga Champions. Artinya, hasil di Eropa bisa memengaruhi mentalitas pemain saat menghadapi rival sekota. Sementara itu, Como yang untuk pertama kalinya mentas di Liga Champions langsung mendapat sambutan berat. Mereka harus menjalani matchday Eropa dan kemudian bertandang ke markas AC Milan pada 20 Desember—sebuah laga glamor yang datang di saat energi paling terkuras.
Atalanta, yang berlaga di Conference League, juga menghadapi April yang berat. Potensi perempat final mereka jatuh di antara pekan ke-31 dan ke-32, dengan Juventus menanti di pekan ke-34. Bagi penggemar sepak bola Indonesia, jadwal ini menarik karena banyak pemain diaspora atau keturunan Indonesia yang mungkin merumput di klub-klub tersebut. Selain itu, jam tayang yang berselisih waktu dengan Indonesia membuat laga-laga ini kerap disaksikan pada dini hari, menambah tantangan bagi penggemar setia.
Pertanyaan besarnya, akankah klub-klub Italia mampu memanfaatkan rotasi pemain secara optimal untuk bertahan di semua kompetisi? Atau justru bentrok jadwal ini akan menjadi batu sandungan yang menggagalkan ambisi mereka di Eropa? Musim 2026/27 akan menjadi ujian manajemen skuad yang sesungguhnya.



