Pelita Jaya Incar Revans di Semifinal IBL: Rekor Buruk di Kandang Jadi Peringatan
Baca dalam 60 detik
- Pelita Jaya, unggulan pertama musim reguler, harus menghadapi Dewa United di semifinal IBL GoPay 2026 dengan sistem best-of-five.
- Catatan buruk di kandang sendiri menjadi momok: Pelita Jaya kalah tiga kali beruntun dari Dewa United di GMSB Kuningan sejak final musim lalu.
- Pelatih David Singleton memilih fokus pada persiapan tim ketimbang terpancing rivalitas, sementara kapten Andakara Prastawa menegaskan kedua tim sudah berbeda dari musim sebelumnya.

Pelita Jaya Basketball Jakarta memasuki babak semifinal IBL GoPay 2026 dengan status unggulan pertama, namun harus mewaspadai catatan buruk saat berhadapan dengan Dewa United di kandang sendiri. Dalam sistem best-of-five yang baru pertama kali diterapkan di liga Indonesia, Pelita Jaya akan menjalani dua laga awal di GMSB Kuningan—kini berganti nama menjadi PJ Arena—sebelum bertandang ke markas lawan.
Jejak pertemuan kedua tim dalam setahun terakhir menjadi alarm bagi skuat asuhan David Singleton. Pada final IBL 2025, Pelita Jaya sempat unggul 1-0, namun kemudian kehilangan dua pertandingan berturut-turut di kandang dan harus menyerahkan gelar juara kepada Dewa United. Catatan itu berlanjut ke musim reguler 2026, ketika Dewa United kembali mencuri kemenangan di GMSB Kuningan. Alhasil, Pelita Jaya menelan tiga kekalahan beruntun di kandang dari tim yang sama.
Menghadapi tekanan tersebut, pelatih David Singleton memilih pendekatan tenang. Ia menegaskan bahwa rivalitas kedua tim tidak akan mengubah pola pikir anak asuhnya. “Saya lebih peduli terhadap persiapan tim, dan memastikan semua pemain siap menghadapi pertandingan,” ujarnya. Singleton menekankan pentingnya menjaga energi dan fokus pada detail yang sudah disiapkan, seraya memanfaatkan keunggulan home court untuk mengamankan dua kemenangan di kandang.
Kapten tim, Andakara Prastawa Dhyaksa, mengingatkan bahwa situasi saat ini berbeda dengan musim lalu. “Semuanya sudah berbeda. Dari segi pemain lokal, asing, dan pelatih. Semua sudah berbeda,” katanya. Meski demikian, semangat untuk memenangkan pertandingan tetap membara. Ia menyebut persaingan di seri best-of-five akan menjadi babak baru yang harus dihadapi dengan kesiapan penuh.
Di sisi lain, Dewa United datang dengan misi mempertahankan gelar. Tim besutan pelatih Tondi Raja Syailendra itu sebelumnya menyatakan siap melaju ke final. Dengan pengalaman menang di kandang lawan, Dewa United tidak gentar meski harus menghadapi tim dengan rekor reguler terbaik. Pertemuan kedua tim di semifinal diprediksi berlangsung ketat, mengingat sejarah pertemuan yang sarat drama.
Bagi Pelita Jaya, revans atas kekalahan final tahun lalu menjadi motivasi tambahan. Namun, catatan tiga kekalahan beruntun di kandang menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diatasi. Akankah Pelita Jaya mampu memutus tren negatif dan melaju ke final, atau Dewa United kembali menjadi batu sandungan? Jawabannya akan terjawab dalam laga best-of-five yang dimulai pekan ini.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5834392/original/005930000_1778736608-634207296_18559468951038346_444791429362435479_n.jpg)

