Tottenham Siapkan Tawaran Kedua untuk Van Hecke, Brighton Pasang Harga Rp1,4 Triliun
Baca dalam 60 detik
- Brighton menolak tawaran awal Tottenham untuk Jan Paul van Hecke dan bersiap menerima proposal baru, dengan banderol mencapai £70 juta.
- Bek Belanda berusia 25 tahun itu menjadi incaran utama pelatih anyar Spurs, Roberto de Zerbi, yang pernah bekerja sama dengannya di Brighton.
- Kepergian direktur olahraga Brighton, Jason Ayto, membuat CEO Paul Barber mengambil alih negosiasi transfer, dengan reputasi klub sebagai mitra dagang yang keras.

Tottenham Hotspur dipastikan akan mengajukan tawaran kedua untuk bek Brighton & Hove Albion, Jan Paul van Hecke, setelah proposal pertama mereka ditolak mentah-mentah. Klub asal London utara itu tengah berusaha keras mendatangkan pemain berusia 25 tahun yang menjadi bagian dari skuad Belanda di Piala Dunia 2026.
Van Hecke, yang musim lalu mencatatkan 3.211 menit bermain di Premier League—terbanyak di antara pemain lapangan Brighton—menjadi prioritas utama pelatih anyar Spurs, Roberto de Zerbi. Keduanya pernah bekerja sama di Brighton sebelum de Zerbi pindah ke Tottenham. Manajer asal Italia itu ingin segera membangun kembali lini pertahanan dengan pemain yang ia kenal baik.
Brighton dikabarkan mematok harga £70 juta atau setara Rp1,4 triliun untuk Van Hecke, yang kontraknya tersisa satu tahun. Angka ini mencerminkan strategi klub asal pesisir selatan Inggris yang dikenal tak pernah ragu membanderol pemainnya tinggi. Sebelumnya, mereka sukses menjual Moises Caicedo, Marc Cucurella, dan Joao Pedro masing-masing di atas £50 juta.
Van Hecke direkrut Brighton dari NAC Breda pada 2020 dengan biaya yang relatif kecil. Setelah dipinjamkan ke Heerenveen dan Blackburn Rovers, ia akhirnya menembus tim utama dan total mencatat 131 penampilan untuk Brighton, termasuk 36 kali starter di Premier League musim lalu. Perkembangan pesatnya membuatnya dipanggil memperkuat Tim Oranye di ajang Piala Dunia.
Di balik layar, Brighton tengah mengalami perubahan struktur manajemen. Direktur olahraga Jason Ayto secara mengejutkan meninggalkan klub pada Rabu lalu. Sebagai respons, CEO Paul Barber langsung mengambil alih urusan transfer keluar. Barber dikenal sebagai negosiator ulung yang kerap menerapkan sikap keras dalam setiap perundingan.
Bagi Tottenham, mendatangkan Van Hecke bukan sekadar memperkuat pertahanan, tetapi juga mengirim sinyal ambisi di bawah era de Zerbi. Namun, Brighton memiliki reputasi sebagai mitra dagang yang sulit ditaklukkan. Dengan kontrak Van Hecke yang hampir habis, klub asuhan Tony Bloom itu kemungkinan sudah menyiapkan rencana cadangan jika kesepakatan batal tercapai.
Langkah Tottenham selanjutnya akan menjadi ujian sejauh mana mereka bersedia memenuhi permintaan Brighton. Apakah de Zerbi akan mendapatkan pemain incarannya, ataukah Brighton kembali menunjukkan keteguhan mereka di meja negosiasi?



