PSS Sleman Siapkan Skuad Super League 2026/2027: Tim Scouting Sudah Punya Target
Baca dalam 60 detik
- PSS Sleman tengah membangun tim untuk bersaing di Super League 2026/2027 setelah promosi sebagai runner-up Pegadaian Championship.
- Tim scouting klub telah mengantongi sejumlah nama pemain potensial, termasuk eks PSBS Biak dan pemain asing, untuk memperkuat skuad arahan Pieter Huistra.
- Super League 2026/2027 dijadwalkan mulai 4 September, memberi waktu bagi PSS untuk mematangkan persiapan dan menghindari status tim promosi yang hanya numpang lewat.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5572832/original/090286800_1777871861-pss.jpg)
PSS Sleman tidak ingin sekadar menjadi pelengkap di Super League 2026/2027. Klub berjuluk Super Elja itu mulai bergerak diam-diam mematangkan skuad, dengan tim scouting yang diklaim telah mengantongi sejumlah nama incaran untuk menghadapi kompetisi tertinggi Liga Indonesia musim depan.
Keberhasilan promosi sebagai runner-up Pegadaian Championship 2025/2026 menjadi momentum bagi PSS untuk membangun tim yang kompetitif. Manajemen sadar bahwa status tim promosi kerap menjadi beban jika tidak diantisipasi dengan perencanaan matang. Oleh karena itu, evaluasi dan pemantauan pemain sudah dimulai jauh-jauh hari.
Pelatih anyar Pieter Huistra, yang sebelumnya menjabat Direktur Teknik, akan memegang kendali taktik. Sementara Ansyari Lubis, yang musim lalu menjadi kepala pelatih, tetap berada dalam jajaran tim pelatih. Duet ini diharapkan mampu meramu strategi yang tepat untuk bersaing dengan klub-klub berpengalaman di kasta teratas.
Ansyari Lubis mengonfirmasi bahwa proses scouting sudah berjalan. "Kami sudah ada scouting-nya. Sudah ada pemain-pemain yang dilirik," ujarnya. Meski demikian, ia enggan membeberkan detail negosiasi karena wewenang perekrutan berada di tangan manajemen. Rumor yang beredar menyebutkan beberapa nama seperti eks pemain PSBS Biak, Luquinhas dan Kadu, gelandang Ghana Latif Blessing, serta bek PSM Makassar Mufli Hidayat masuk dalam radar.
Bagi PSS, membangun skuad yang solid bukan hanya soal mendatangkan pemain baru, tetapi juga memastikan kesesuaian dengan filosofi Pieter Huistra. Kehadiran tim pemantau bakat diharapkan bisa menjembatani kebutuhan taktik dengan ketersediaan pemain di pasar transfer. Ansyari menegaskan, "Harusnya ada (realisasi dari tim scouting)."
Super League 2026/2027 dipastikan akan lebih ketat. Klub-klub seperti Persija, Persib, dan Arema sudah memiliki pengalaman panjang di level tertinggi. PSS yang baru promosi harus bekerja ekstra agar tidak sekadar numpang lewat. Jadwal resmi dari I.League menetapkan kick-off pada 4 September, memberikan waktu sekitar tiga bulan bagi PSS untuk mempersiapkan diri. Latihan perdana direncanakan pada awal bulan depan, menjadi ajang bagi tim pelatih untuk membangun fondasi permainan.
Pertanyaan besarnya: mampukah PSS mempertahankan performa dan bersaing di Super League, atau akan bernasib seperti tim promosi lain yang langsung terdegradasi? Jawabannya akan mulai terlihat dalam beberapa bulan ke depan.



