PSS Sleman Siapkan Kejutan: Eks Persela Lorensen Satu Langkah Lagi Berseragam Super Elang Jawa
Baca dalam 60 detik
- Winger Uganda Melvyn Lorenzen dikabarkan akan segera bergabung dengan PSS Sleman setelah kontraknya bersama Muangthong United berakhir akhir Juni.
- Pemain berusia 31 tahun itu memiliki pengalaman di Eropa dan Asia, serta pernah membela Persela Lamongan pada musim 2020/2021.
- Jika resmi direkrut, Lorenzen diharapkan menjadi amunisi baru lini depan PSS Sleman untuk menghadapi kompetisi Liga 1 musim depan.
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/3422341/original/080652000_1617789592-7_20210407IY_Persela_Lamongan_vs_Persik_Kediri_02.jpg)
PSS Sleman dikabarkan hampir memastikan kedatangan pemain sayap asal Uganda, Melvyn Lorenzen, untuk memperkuat tim di Liga 1 musim 2026/2027. Informasi tersebut disampaikan oleh jurnalis Italia, Lorenzo Lepore, melalui akun media sosialnya pada Kamis (4/6/2026).
Lorenzen saat ini masih berstatus pemain Muangthong United, klub kasta tertinggi Liga Thailand. Namun, kontraknya akan berakhir pada 30 Juni 2026, sehingga PSS Sleman berpeluang merekrutnya secara gratis. Sepanjang musim 2025/2026, pemain kelahiran London ini tampil dalam 21 pertandingan dan menyumbangkan lima gol bagi tim asuhan Jose Borges.
Kedatangan Lorenzen diyakini akan menambah daya gedor lini depan PSS Sleman yang musim lalu kerap kesulitan mencetak gol. Manajemen klub berharap pengalaman internasional sang pemain bisa menjadi pembeda di tengah persaingan ketat Liga 1.
Lorenzen bukanlah nama baru bagi pecinta sepak bola Indonesia. Ia sempat memperkuat Persela Lamongan pada musim 2020/2021, sebelum kemudian melanjutkan karier ke Eropa dan Thailand. Perjalanan kariernya dimulai dari akademi Holstein Kiel, lalu promosi ke tim utama Werder Bremen pada 2015. Ia juga pernah bermain di ADO Den Haag (Belanda) dan Karpaty Lviv (Ukraina), sebelum merantau ke Asia.
Menurut catatan Transfermarkt, nilai pasar Lorenzen sempat mencapai puncak pada 2015 saat masih berseragam Werder Bremen, yakni sekitar Rp8,69 miliar. Kini nilainya turun menjadi Rp5,21 miliar, namun pengalamannya di berbagai liga membuatnya tetap menjadi aset berharga.
Jika transfer ini terealisasi, PSS Sleman akan mendapatkan pemain dengan fleksibilitas tinggi di lini serang. Lorenzen bisa bermain sebagai winger kanan, kiri, maupun penyerang tengah. Kehadirannya diharapkan mampu menjawab kebutuhan tim akan sosok pencetak gol yang konsisten.
Liga 1 musim depan diprediksi akan semakin kompetitif dengan banyaknya klub yang melakukan perombakan skuad. PSS Sleman sendiri tengah berbenah setelah musim lalu finis di papan tengah. Rekrutan seperti Lorenzen diharapkan bisa membawa tim berjuluk Super Elang Jawa itu bersaing di papan atas.
Apakah Lorenzen akan menjadi jawaban bagi lini depan PSS Sleman? Atau justru hanya menjadi pemain pelengkap? Publik sepak bola Indonesia tentu menantikan kepastian transfer ini dalam beberapa pekan ke depan.



