Marvel's Wolverine Tinggalkan Formula Open World, Fokus pada Narasi Linier yang Lebih Intens
Baca dalam 60 detik
- Direktur game Marvel's Wolverine mengonfirmasi bahwa petualangan Logan akan bersifat linier, berbeda dengan pendekatan open world pada seri Spider-Man.
- Keputusan ini diambil untuk mencerminkan karakter Wolverine yang selalu bergerak maju, tanpa terikat pada satu lokasi, sehingga misi dirancang dengan ritme cepat seperti komik.
- Pendekatan linier namun bervariasi ini berpotensi memberikan pengalaman bermain yang lebih fokus dan sinematis, meski mengurangi kebebasan eksplorasi pemain.

Marvel's Wolverine, game yang tengah dikembangkan oleh Insomniac Games, dipastikan tidak akan mengadopsi formula open world seperti yang digunakan dalam seri Marvel's Spider-Man. Dalam wawancara dengan Eurogamer, direktur game Mike Daly mengungkapkan bahwa petualangan Logan akan lebih linier, dengan penekanan pada narasi yang bergerak cepat dan intens.
Keputusan ini bukan tanpa alasan. Menurut Daly, karakter Wolverine—atau Logan—secara inheren tidak cocok dengan eksplorasi bebas. "Logan adalah karakter yang terus didorong maju, entah oleh kebutuhan mendesak, rasa tanggung jawab, atau upaya menggali masa lalunya. Ia tidak pernah terpaku pada satu tempat dan berkelana," jelas Daly. Alhasil, desain level pun mengikuti ritme karakter: misi-misi dirancang dengan pacing ala komik, penuh aksi dan intrik, tanpa adanya "home base" yang memungkinkan pemain berlama-lama menyelesaikan segala sesuatu di satu area.
Meskipun linier, Daly menjanjikan variasi dalam setiap level. Beberapa area akan memberikan sedikit lebih banyak kebebasan kepada pemain, namun secara keseluruhan, pengalaman bermain tetap terarah. "Kami menginginkan variasi dalam level-level kami. Beberapa di antaranya memiliki mikrokosmos dari pengalaman yang lebih terbuka, di mana pemain memiliki sedikit kendali, tetapi tidak ada basis yang terus-menerus dikunjungi untuk menyelesaikan semua misi di sana. Ini benar-benar cerita dengan momentum maju yang kuat," tambahnya.
Pendekatan linier ini menandai pergeseran signifikan dari tren open world yang mendominasi game superhero modern. Jika Spider-Man memanjakan pemain dengan kebebasan berayun di antara gedung pencakar langit New York, Wolverine justru membatasi ruang gerak untuk memperkuat identitas karakternya yang impulsif dan brutal. Daly menekankan bahwa game ini akan lebih "grounded" secara realitas, berbeda dengan Spider-Man yang bisa melayang di udara dengan jaringnya.
Bagi penggemar di Indonesia, keputusan ini bisa menjadi angin segar. Pasar game Tanah Air selama ini akrab dengan judul open world seperti Grand Theft Auto atau Assassin's Creed, namun game linier dengan narasi kuat—seperti seri Uncharted atau The Last of Us—juga memiliki basis penggemar setia. Dengan pendekatan yang lebih sinematis dan fokus pada cerita, Marvel's Wolverine berpotensi menarik pemain yang menginginkan pengalaman mendalam tanpa harus tersesat di peta raksasa.
Pertanyaan besarnya kini adalah: akankah keputusan ini berbuah sukses secara komersial? Mengingat Spider-Man telah menjual lebih dari 20 juta kopi berkat formula open world-nya, langkah Insomniac untuk mengambil jalur berbeda pada Wolverine tentu berisiko. Namun, jika eksekusinya tepat, game ini bisa menjadi bukti bahwa tidak semua superhero membutuhkan dunia terbuka untuk bersinar.



