Nasib Liam Delap di Chelsea: Bomber 30 Juta Pound yang Kehilangan Sentuhan
Baca dalam 60 detik
- Liam Delap hanya mencetak satu gol Premier League musim ini, kontras dengan 12 golnya bersama Ipswich Town yang terdegradasi.
- Cedera beruntun dan persaingan ketat dengan Joao Pedro membuat Delap terpinggirkan di skuad utama Chelsea.
- Kedatangan pelatih baru Xabi Alonso pada Juli mendatang akan menjadi penentu masa depan Delap di Stamford Bridge.

Liam Delap, striker muda yang diboyong Chelsea dengan banderol 30 juta pound dari Ipswich Town, hanya mampu menyumbangkan satu gol di Premier League sepanjang musim 2024/2025. Catatan dua gol dari 41 penampilan di semua kompetisi membuatnya menjadi salah satu pembelian paling mengecewakan di bursa transfer musim panas lalu.
Ketika bergabung setahun silam, Delap berambisi menembus skuad Inggris untuk Piala Dunia 2026. Namun, kenyataan pahit harus diterima: ia mengakhiri musim dengan paceklik gol selama 26 pertandingan beruntun. Padahal, sebelumnya ia sukses mencetak 12 gol untuk Ipswich yang justru terdegradasi.
Sejumlah faktor meringankan memang ada. Delap berkali-kali bergulat dengan cedera, mulai dari hamstring robek pada awal musim hingga dislokasi bahu yang diderita sebulan setelah pulih. Cedera-cedera itu membatasi kemampuannya bermain dengan gaya khas dan membuatnya lebih banyak menghangatkan bangku cadangan. Dari total 41 penampilan, hanya tiga kali ia bermain penuh 90 menit di liga.
Persaingan di lini depan Chelsea juga kian ketat. Joao Pedro, yang direkrut dari Brighton seharga 55 juta pound, tampil gemilang dengan 20 gol di semua ajang dan masuk dalam kelompok pemain 'tak tersentuh' bersama Cole Palmer, Reece James, dan Moises Caicedo. Sementara itu, Nicolas Jackson dijadwalkan kembali dari masa pinjaman di Bayern Munich, dan Emmanuel Emegha akan bergabung pada 2026 dari Strasbourg.
Kondisi ini diperparah oleh kegagalan Chelsea lolos ke kompetisi Eropa musim depan, yang berarti jumlah pertandingan lebih sedikit dan skuad besar semakin sulit diakomodasi. Manajemen klub pun dihadapkan pada tekanan finansial akibat perjanjian penyelesaian dengan UEFA yang membatasi kerugian. Menjual pemain menjadi salah satu opsi untuk mendatangkan dana segar.
Kepergian pelatih Enzo Maresca pada awal tahun juga berdampak pada performa Delap. Penggantinya, Liam Rosenior, lebih memercayakan pos ujung tombak kepada Joao Pedro. Kini, semua mata tertuju pada pelatih anyar Xabi Alonso yang resmi menjabat pada 1 Juli. Keputusan Alonso akan menjadi kunci bagi masa depan Delap dan sejumlah pemain lain yang nasibnya masih menggantung.
Di tengah ketidakpastian, Delap tetap menunjukkan komitmen dengan membeli rumah di sekitar Chelsea. Ia bertekad membuktikan diri di musim depan. Namun, dengan harga jual yang relatif rendah dan banyaknya pemain depan yang akan kembali, peluangnya untuk bertahan di Stamford Bridge tampak semakin tipis. Akankah Alonso memberinya kesempatan kedua, atau justru melepasnya demi menyegarkan lini serang? Jawabannya akan diketahui dalam beberapa bulan ke depan.



