FWICE Tarik Boikot terhadap Ranveer Singh: Langkah Hukum Membuahkan Hasil
Baca dalam 60 detik
- Federasi Pekerja Film India Barat (FWICE) mencabut larangan kerja bagi aktor Ranveer Singh setelah ia mengirimkan somasi hukum terkait pengunduran dirinya dari film Don 3.
- Larangan yang dikeluarkan pada 25 Mei lalu dipicu oleh keluhan produser Don 3 yang menyebut Singh mundur mendadak, menyebabkan kerugian praproduksi sekitar 450 juta rupee.
- Pencabutan boikot ini menunjukkan dinamika kekuasaan di industri Bollywood, di mana tekanan hukum dan dukungan industri dapat membalikkan keputusan serikat pekerja.

Federasi Pekerja Film India Barat (FWICE) resmi mencabut imbauan boikot terhadap aktor papan atas Bollywood, Ranveer Singh, setelah yang bersangkutan mengambil langkah hukum. Keputusan ini mengakhiri ketegangan yang berlangsung selama sebulan sejak serikat pekerja tersebut melarang anggotanya bekerja sama dengan Singh.
Larangan informal itu dikeluarkan pada 25 Mei menyusul keluhan dari produser film Don 3, Farhan Akhtar, yang menyatakan bahwa Singh mundur hanya beberapa minggu sebelum jadwal syuting di luar negeri. Produser mengklaim telah menghabiskan sekitar 450 juta rupee (setara Rp85 miliar) untuk praproduksi. Pengunduran diri mendadak ini dinilai merugikan secara finansial dan operasional.
Namun, langkah Singh yang mengirimkan somasi hukum ke FWICE mengubah situasi. Presiden FWICE, BN Tiwari, pada Rabu lalu menyatakan dukungannya terhadap Singh dan menegaskan bahwa industri film berdiri di belakangnya. Tim hukum federasi pun akan menanggapi somasi tersebut. Penasihat utama FWICE, Ashoke Pandit, menambahkan bahwa pencabutan boikot dilakukan setelah menerima permintaan dari sejumlah organisasi industri. "Kami merayakan ketenarannya... Kami tidak punya wewenang untuk melarang siapa pun. Kami berharap akan ada reaksi positif dari Ranveer," ujarnya kepada NDTV.
Ranveer Singh, yang dikenal lewat film-film seperti Padmaavat dan Gully Boy, merupakan salah satu bintang Bollywood paling berpengaruh. Baru-baru ini ia membintangi Dhurandhar, film laga dua bagian yang sukses besar di box office. Namun, kontroversi bukan hal baru baginya. Pada 2025, ia meminta maaf setelah meniru adegan ritual dari film Kantara yang menuai kritik karena dianggap tidak menghormati budaya lokal.
Kasus ini menyoroti praktik langka di Bollywood: serikat pekerja yang biasanya hanya menyasar aktor Pakistan saat ketegangan politik, kini berani mengambil tindakan terhadap bintang lokal. Sebelumnya, FWICE pernah mengimbau boikot terhadap aktor-penyanyi Diljit Dosanjh karena beradu peran dengan aktor Pakistan Hania Aamir. Namun, tekanan hukum dari Singh menunjukkan bahwa kekuatan hukum dan dukungan industri dapat membalikkan keputusan serikat.
Bagi penikmat film Indonesia, kisah ini relevan mengingat Bollywood memiliki basis penggemar besar di Tanah Air. Konflik internal seperti ini bisa memengaruhi jadwal rilis film yang dinanti, termasuk Don 3 yang direncanakan sebagai babak baru waralaba legendaris. Jika Singh benar-benar hengkang, siapa yang akan menggantikannya? Ataukah Akhtar akan menunda proyek ini? Pertanyaan-pertanyaan ini masih menggantung, namun yang jelas, langkah hukum Singh telah mengubah peta permainan.