Duel Nahkoda Anyar: John Herdman vs Tarik Sektioui Siap Adu Taktik di SUGBK
Baca dalam 60 detik
- Timnas Indonesia dan Oman akan bertemu untuk keenam kalinya, dengan Oman unggul tiga kemenangan dalam lima laga terakhir.
- Kedua tim sama-sama diperkuat pelatih anyar: John Herdman (Indonesia) yang baru lima bulan menjabat, dan Tarik Sektioui (Oman) yang baru dua bulan menukangi tim.
- Pertandingan ini menjadi ujian perdana bagi kedua pelatih untuk membuktikan kapasitasnya di hadapan pendukung sendiri.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7678642/original/005130700_1780474044-Gemini_Generated_Image_rdrv6drdrv6drdrv.jpg)
Laga FIFA Matchday antara Timnas Indonesia dan Oman di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jumat (5/6/2026) malam, bukan sekadar pertandingan persahabatan. Duel ini menjadi panggung pembuktian bagi dua nahkoda baru yang sama-sama haus prestasi: John Herdman di kubu Garuda dan Tarik Sektioui di sisi Oman.
Pertemuan keenam sepanjang sejarah ini menyajikan catatan tersendiri. Oman memegang keunggulan dengan tiga kemenangan, sementara Indonesia dua kali menaklukkan lawannya. Namun, yang membuat laga kali ini istimewa adalah kedua tim tengah dalam masa transisi kepelatihan. Herdman, yang resmi menjabat sejak 1 Januari 2026, menggantikan Patrick Kluivert setelah kegagalan Indonesia melaju ke Piala Dunia 2026. Sementara Sektioui, pelatih asal Maroko, baru ditunjuk pada 22 Maret lalu menggantikan Carlos Queiroz yang juga gagal membawa Oman ke putaran final.
John Herdman bukan nama asing di pentas sepak bola global. Pria asal Inggris ini sukses membawa Timnas Kanada tampil di Piala Dunia 2022 Qatar, sebuah pencapaian langka bagi negara yang lebih dikenal dengan hoki es. Sebelumnya, ia juga menangani Toronto FC di Major League Soccer (MLS). Dalam dua laga resmi bersama Indonesia, Herdman menunjukkan sentuhan taktis yang impresif, terutama dengan memaksimalkan potensi pemain diaspora. Kemenangan telak 4-0 atas St. Kitts and Nevis dan kekalahan tipis 0-1 dari Bulgaria di FIFA Series Maret lalu menjadi modal berharga.
Di kubu lawan, Tarik Sektioui membawa pengalaman panjang di sepak bola Afrika dan Timur Tengah. Pelatih berusia 49 tahun ini pernah menangani sejumlah klub Maroko seperti MAS Fès, Wydad Fès, dan Renaissance de Berkane, serta sempat menjadi pelatih interim Timnas Maroko senior. Formasi 4-2-3-1 yang menjadi andalannya mengindikasikan pendekatan defensif yang solid dengan serangan balik cepat. Namun, waktu adaptasi yang singkat—baru dua bulan—bisa menjadi kelemahan tersendiri bagi Oman.
Bagi Indonesia, laga ini menjadi ajang menguji konsistensi permainan di bawah Herdman. Publik tentu berharap skuad Garuda mampu memanfaatkan dukungan penuh suporter di SUGBK untuk meraih kemenangan. Sementara bagi Oman, pertandingan ini adalah kesempatan bagi Sektioui untuk membuktikan bahwa dirinya layak menggantikan Queiroz, yang namanya harum di Asia berkat prestasi bersama Iran dan Kolombia.
Pertarungan taktik antara dua pelatih dengan latar belakang berbeda—Herdman dengan pengalaman internasional bersama Kanada, Sektioui dengan akar kuat di Afrika Utara—akan menjadi sajian menarik. Akankah formasi 3-4-2-1 ala Herdman mampu membongkar pertahanan 4-2-3-1 racikan Sektioui? Atau justru Oman yang akan memanfaatkan celah di lini belakang Indonesia? Laga Jumat malam akan menjadi jawabannya.



