Kantor BGN Dikawal TNI Bersenjata Usai Prabowo Copot Pimpinan, Pegawai Dilarang Masuk Ruang Kerja
Baca dalam 60 detik
- Presiden Prabowo mencopot Dadan Hindayana dan dua wakilnya dari Badan Gizi Nasional setelah evaluasi 1,5 tahun program Makan Bergizi Gratis.
- Kantor BGN dijaga ketat personel TNI bersenjata, pegawai diminta menunggu di lobi dan belum bisa masuk ruang kerja.
- Pergantian pimpinan ini menimbulkan tanda tanya soal keberlanjutan program prioritas pemerintah di tengah sorotan efisiensi anggaran.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7660064/original/061589800_1780453537-IMG_0808.jpeg)
Kantor Badan Gizi Nasional (BGN) di Jalan Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat, dijaga personel TNI bersenjata lengkap pada Rabu pagi, sehari setelah Presiden Prabowo Subianto memberhentikan secara mendadak Kepala BGN Dadan Hindayana beserta dua wakilnya. Para pegawai bahkan belum diizinkan memasuki ruang kerja masing-masing dan diminta menunggu arahan di area lobi.
Pantauan di lokasi pukul 08.00 WIB menunjukkan penjagaan diperketat di titik akses masuk. Selain petugas keamanan internal, sejumlah aparat TNI berseragam lengkap dengan senjata terlihat berjaga di pos keamanan dan sekitar pintu utama. Seorang petugas keamanan internal mengaku tidak mendapat pemberitahuan sebelumnya; ia dan rekannya sempat diperiksa sebelum diizinkan masuk pada pukul 05.00 WIB. โTidak ada pemberitahuan, jadi kita juga tidak tahu. Kami pun tadi sempat di-screening dan setelah dijelaskan kalau kita petugas juga akhirnya boleh masuk,โ ujarnya.
Keputusan mencopot Dadan Hindayana, Letjen (Purn.) Lodewyk Pusung, dan Irjen (Purn.) Sony Sonjaya disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dalam jumpa pers di Istana pada Selasa (2/6/2026). Menurut Prasetyo, langkah ini diambil setelah Presiden melakukan monitoring dan evaluasi selama satu setengah tahun terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis. โBanyak catatan-catatan yang kemudian menjadi bahan pertimbangan bapak presiden untuk melakukan pergantian ini. Dengan harapan catatan-catatan tersebut dapat segera diperbaiki,โ kata Prasetyo.
Pengamat kebijakan publik dari Universitas Indonesia menilai pencopotan mendadak ini mengindikasikan adanya masalah serius dalam tata kelola program MBG. โEvaluasi 1,5 tahun biasanya menghasilkan rekomendasi perbaikan bertahap, bukan pemecatan massal. Ini sinyal kuat bahwa ada temuan yang dianggap kritis, bisa dari sisi keuangan, pelaksanaan, atau bahkan indikasi pelanggaran,โ ujarnya. Ia menambahkan, pengamanan kantor oleh TNI bersenjata dan larangan pegawai masuk ruang kerja lazim dilakukan saat terjadi pergantian pimpinan yang disertai potensi pengamanan dokumen atau aset.
Bagi Indonesia, program MBG merupakan salah satu andalan pemerintah untuk menekan angka stunting dan malnutrisi. Anggaran yang digelontorkan mencapai puluhan triliun rupiah per tahun. Pergantian pimpinan secara tiba-tiba berpotensi mengganggu distribusi makanan bergizi ke sekolah-sekolah dan posyandu yang selama ini menjadi ujung tombak program. Investor dan mitra internasional yang mendukung program ini pun akan mencermati langkah selanjutnya, termasuk siapa pengganti Dadan dan bagaimana transisi kepemimpinan dikelola.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Dadan Hindayana maupun kedua wakilnya. Sumber internal BGN menyebutkan bahwa seluruh pegawai diminta tetap berada di area kantor namun belum mendapat arahan tentang aktivitas kerja. Pertanyaan besar kini menggantung: apakah perombakan ini akan memperbaiki kinerja BGN atau justru memperlambat program prioritas nasional yang tengah diawasi ketat publik?



