PSSI Akui Dukungan Publik Melorot, Targetkan Gelar Perdana Piala AFF 2026
Baca dalam 60 detik
- Ketua BTN Sumardji mengakui animo publik terhadap Timnas Indonesia menurun setelah gagal menembus Piala Dunia 2026.
- PSSI mengganti pelatih dengan John Herdman dan memasang target juara Piala AFF 2026 demi memulihkan kepercayaan.
- Sepanjang sejarah, Indonesia belum pernah menjadi juara Piala AFF, enam kali menjadi runner-up.
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5539801/original/013389400_1774621206-Timnas_Indonesia_vs_Saint_Kitts_and_Nevis-7.jpg)
Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Sumardji secara terbuka mengakui bahwa euforia publik terhadap Timnas Indonesia mulai meredup setelah kegagalan melaju ke Piala Dunia 2026. Pernyataan ini menjadi pengakuan pertama dari jajaran PSSI mengenai dampak psikologis yang dirasakan oleh para pendukung setia Garuda.
Menurut Sumardji, penurunan antusiasme terlihat jelas dari jumlah penonton yang hadir di stadion. Pada laga uji coba melawan Saint Kitts dan Nevis, hanya sekitar 26 ribu orang yang datang, sementara saat menghadapi Bulgaria di FIFA Series Maret 2026, angka itu turun menjadi 24 ribu. Padahal, sebelumnya laga timnas kerap menyedot puluhan ribu penonton, bahkan hingga membludak.
โReal-nya seperti itu. Kami ingin membuktikan bahwa anak-anak kita layak diapresiasi dan bisa mendapatkan tempat kembali seperti dulu,โ ujar Sumardji dalam keterangannya, Senin (2/6/2026). Ia menambahkan bahwa PSSI sangat merindukan momen ketika para fans kembali memadati Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) dan memberikan dukungan penuh, bukan hanya di dalam stadion tetapi juga dari luar.
Sebagai langkah konkret memulihkan kepercayaan, PSSI melakukan perombakan strategis dengan menunjuk John Herdman sebagai pelatih baru, menggantikan Patrick Kluivert. Herdman dikenal sukses membawa Timnas Kanada lolos ke Piala Dunia 2022. Target jangka pendek yang dipasang adalah merebut gelar juara Piala AFF 2026 yang akan digelar pada 24 Juli hingga 26 Agustus 2026.
Dalam turnamen dua tahunan tersebut, Indonesia tergabung di Grup A bersama Vietnam, Singapura, dan Kamboja. Sistem pertandingan kandang-tandang dua leg di babak penyisihan diyakini akan menguji konsistensi skuad asuhan Herdman. Catatan sejarah menempatkan Indonesia sebagai tim yang belum pernah sekalipun menjadi kampiun Piala AFF, dengan enam kali finis sebagai runner-upโsebuah ironi yang ingin segera diakhiri.
Sumardji menekankan bahwa pemulihan kepercayaan tidak bisa instan. โPelan-pelan, step by step, kami akan membuktikan, memberikan motivasi terbaik untuk anak-anak kita agar timnas ke depan kembali dipercaya oleh seluruh fans Indonesia,โ ungkapnya. Ia juga berharap keberhasilan di Piala AFF bisa menjadi momentum kebangkitan sepak bola nasional, terutama setelah gagal total di kualifikasi Piala Dunia.
Pertanyaan besarnya, apakah gelar Piala AFF cukup untuk mengembalikan gairah publik yang sempat redup? Atau justru kegagalan di turnamen ini akan memperparah krisis kepercayaan terhadap PSSI? Jawabannya akan terlihat dalam beberapa bulan ke depan, saat Garuda mulai berlaga di bawah komando John Herdman.
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/7850682/original/021382300_1780673642-20260605BL_Timnas_Indonesia_Vs_Oman_FIFA_Matchday_2026-11.jpg.jpeg)


