Umuh Muchtar di Usia 78: Hattrick Juara Bersama Persib, Pencapaian di Luar Ekspektasi
Baca dalam 60 detik
- Manajer Persib Umuh Muchtar genap berusia 78 tahun pada 2 Juni 2026, menandai perjalanan panjang di sepak bola Indonesia.
- Di bawah kepemimpinannya, Persib meraih hattrick juara Liga 1 secara beruntun, sebuah prestasi yang diakuinya melampaui target awal.
- Umuh menegaskan dedikasinya kepada Bobotoh dan semangat pantang menyerah, meski harus menghadapi masalah kesehatan di tengah perjuangan.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3181834/original/033315400_1594896250-20200716_165714.jpg)
Manajer sekaligus Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat, Umuh Muchtar, genap memasuki usia 78 tahun pada Selasa (2/6/2026). Di usianya yang tidak lagi muda, pria yang akrab disapa Pak Haji itu justru memandang pencapaian bersama Maung Bandung telah melampaui ekspektasi pribadinya.
Dalam pernyataan yang diterima media, Umuh mengungkapkan rasa syukur atas umur panjang yang diberikan. Ia menekankan bahwa bertambahnya usia menjadi momentum untuk introspeksi dan memperbaiki hubungan dengan sesama, baik lawan maupun sahabat. “Semakin bertambah usia, kita harus menjadi lebih baik lagi,” ujarnya.
Perjalanan Umuh Muchtar di dunia sepak bola tidak selalu mulus. Ia sempat mengalami penurunan kondisi kesehatan di tengah upayanya mengawal Persib. Namun, semangat dan keyakinan yang tinggi membuatnya tetap bertahan. Momen paling berat, menurutnya, adalah saat ia harus berangkat ke Parepare dalam keadaan sakit demi memberikan dukungan langsung kepada tim. “Alhamdulillah, Allah SWT memberikan jalan terbaik. Walaupun sakit, Persib akhirnya menjadi juara,” kenangnya bangga.
Di bawah kepemimpinan Umuh, Persib berhasil meraih hattrick juara Liga 1 secara beruntun. Prestasi ini, menurutnya, jauh melampaui target awal yang ia bayangkan. “Target tiga kali juara secara beruntun sudah tercapai, bahkan lebih dari yang saya bayangkan. Itu sesuatu yang hebat dan luar biasa,” ungkapnya.
Dedikasi Umuh kepada Bobotoh, suporter setia Persib, tidak pernah pudar. Ia mengaku seluruh perjuangannya didedikasikan untuk kebahagiaan mereka. “Apapun caranya, saya ingin berbuat untuk kebaikan. Walaupun lelah, Alhamdulillah hasilnya sangat membanggakan,” tuturnya.
Perayaan ulang tahunnya yang ke-78 berlangsung sederhana namun penuh makna. Berbagai pihak, termasuk insan media yang selama bertahun-tahun mengikuti aktivitasnya, turut memberikan doa dan dukungan. Meski demikian, Umuh tetap rendah hati dan mengingatkan bahwa usia senja bukanlah halangan untuk terus berkontribusi.
Ke depan, pertanyaan yang mengemuka adalah apakah Umuh akan terus memimpin Persib menuju era kejayaan berikutnya, atau justru memilih untuk memberikan tongkat estafet kepada generasi penerus. Yang jelas, jejak yang telah ia tinggalkan di sepak bola Indonesia sulit untuk ditandingi.



