John Herdman Buka Alasan Panggil Rayhan Hannan: Profil Posisi Jadi Kunci
Baca dalam 60 detik
- Pelatih Timnas Indonesia John Herdman memanggil Rayhan Hannan karena kesesuaian teknis dan taktis dengan profil posisi yang telah ditetapkan.
- Performa apik Hannan di akhir musim BRI Super League 2025/2026, dengan dua gol dan satu assist dalam empat laga, menjadi modal utama.
- Hannan akan diuji dalam laga uji coba melawan Oman dan Mozambik, bersaing dengan pemain belakang top seperti Elkan Baggott dan Justin Hubner.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5185863/original/001845400_1744517045-_rayhannan___PersijaDay__BRILiga1__Persija.jpg)
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, memanggil gelandang Persija Jakarta, Rayhan Hannan, untuk FIFA Matchday Juni 2026 bukan tanpa alasan. Herdman menilai pemain berusia 22 tahun itu memiliki karakter permainan yang sesuai dengan kebutuhan tim, terutama dari sisi teknis dan taktis.
Performa Hannan di pengujung BRI Super League 2025/2026 memang sulit diabaikan. Dalam empat pertandingan terakhir bersama Persija, ia mencatatkan dua gol dan satu assist. Catatan itu menjadi bukti bahwa pemain bertinggi 172 cm tersebut sedang dalam performa terbaiknya.
Herdman menyebut kesempatan bergabung dengan Timnas Indonesia sebagai momen spesial bagi Hannan. "Ini adalah momen yang membanggakan bagi dia dan keluarganya. Dia adalah orang yang sangat baik, pekerja keras, rendah hati, tetapi juga pesepak bola yang baik," ujar Herdman dalam konferensi pers.
Pelatih asal Inggris itu menjelaskan bahwa setiap pemain yang dipanggil harus memenuhi kriteria tertentu sesuai kebutuhan posisi. Ia mengaku sering mendapat pertanyaan soal pemilihan pemain, namun semua keputusan didasarkan pada profil yang telah disusun. "Kami memiliki profil posisi untuk setiap posisi dan itu memiliki kompetensi fisik, teknis, dan taktis," tegas Herdman.
Herdman menilai Hannan cocok dengan kompetensi teknis dan taktis yang dicari. "Intensitas tekanan miliknya persis seperti identitas yang ingin kami lihat. Kemampuannya untuk bermain di dalam ruang pertahanan lawan dan memecah lini berada di level yang baik," ungkapnya.
Dalam persiapan menuju FIFA Matchday Juni 2026, Hannan akan berlatih dan bersaing dengan pemain belakang top seperti Elkan Baggott, Justin Hubner, dan Kevin Diks. Situasi ini menjadi tolok ukur sejauh mana kemampuannya berkembang. "Jadi, tugas kami sekarang adalah mengujinya ketika dia bermain melawan mereka. Itu berbeda. Jadi, bisakah dia beradaptasi dengan level tersebut?" ujar Herdman.
Hannan telah menunjukkan respons positif sejak bergabung. Herdman berharap perkembangan pemain yang telah mengoleksi tiga caps itu terus berlanjut. "Dia memulainya dengan baik. Mudah-mudahan, ini terus berlanjut," jelasnya.
Timnas Indonesia akan menjalani dua laga uji coba: melawan Oman pada 5 Juni 2026 dan Mozambik pada 9 Juni 2026, keduanya di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Laga ini menjadi ajang pembuktian bagi Hannan dan pemain lainnya untuk merebut tempat di skuad utama.



