ASUS ROG NUC 16 Meluncur Global: Mini-PC Bertenaga RTX 5080 Dibanderol Rp60 Jutaan
Baca dalam 60 detik
- ASUS mengumumkan peluncuran global ROG NUC 16 di Computex 2026, dengan opsi GPU RTX 5070 Ti atau RTX 5080.
- Mini-PC ini mengusung prosesor Core Ultra 9 290HX Plus yang 5% lebih kencang dari pendahulunya, namun hanya dibekali RAM 16 GB meski mendukung hingga 64 GB.
- Harga varian RTX 5080 di AS mencapai US$3.799, setara sekitar Rp60 juta, menjadikannya incaran kreator konten dan gamer kelas atas di Indonesia.

ASUS akhirnya memastikan kehadiran global mini-PC terbarunya, ROG NUC 16, yang sebelumnya hanya dipamerkan di China. Dalam gelaran Computex 2026, perusahaan asal Taiwan itu mengungkap bahwa perangkat ringkas ini akan tersedia dalam dua konfigurasi GPU laptop, yakni Nvidia GeForce RTX 5070 Ti dan RTX 5080, dengan harga jual di Amerika Serikat mencapai US$3.799 untuk varian tertinggi.
ROG NUC 16 menjadi lini terbaru dari jajaran komputer mini ASUS yang mengusung arsitektur hybrid. Kedua varian sama-sama ditenagai prosesor Intel Core Ultra 9 290HX Plus, yang diklaim memberikan peningkatan performa 5 persen dibandingkan Core Ultra 9 275HX pada ROG NUC generasi sebelumnya. Meski demikian, ASUS hanya akan menjual model dengan RAM 16 GB tipe DDR5-5600 atau DDR5-6400, padahal motherboard-nya mendukung kapasitas hingga 64 GB. Keputusan ini dinilai sebagai strategi untuk menjaga harga tetap kompetitif di segmen entry-level high-end.
Dari sisi penyimpanan, konsumen bisa memilih antara SSD PCIe Gen 4 berkapasitas 1 TB atau 2 TB. Dengan bobot yang ringkas, ROG NUC 16 dirancang untuk memenuhi kebutuhan kreator konten dan gamer yang menginginkan performa desktop dalam bentuk yang mudah dipindahkan. Namun, harga varian RTX 5080 yang mencapai US$3.799—atau sekitar Rp60 juta jika dikonversi langsung—menempatkannya sebagai produk premium yang hanya terjangkau segmen pasar tertentu.
Bagi pasar Indonesia, kehadiran ROG NUC 16 membuka peluang baru di segmen mini-PC performa tinggi. Meski harga jual di dalam negeri belum diumumkan, estimasi bea masuk dan pajak impor bisa mendongkrak banderol hingga di atas Rp70 juta. Angka tersebut jelas bukan untuk konsumen umum, melainkan para profesional yang membutuhkan komputasi portabel setara workstation—seperti editor video, arsitek, atau pengembang AI—yang selama ini mengandalkan laptop gaming besar atau PC desktop rakitan.
Keputusan ASUS membatasi RAM hanya 16 GB juga menjadi catatan tersendiri. Di era di mana aplikasi kreatif dan game AAA mulai membutuhkan 32 GB atau lebih, langkah ini bisa menjadi batu sandungan bagi pengguna yang ingin melakukan upgrade di masa depan. Namun, dengan dukungan PCIe Gen 4 dan GPU RTX 50-series, ROG NUC 16 tetap menawarkan fondasi yang solid untuk komputasi berat dalam bentuk yang tak lazim.
Pertanyaan besarnya, apakah ASUS akan membawa varian dengan RAM lebih besar ke Indonesia? Atau justru pasar Tanah Air hanya akan mendapat konfigurasi standar 16 GB? Jawabannya mungkin baru terlihat saat perangkat ini mulai dipasarkan secara resmi di Asia Tenggara pada kuartal ketiga 2026.



