Remedy Bikin Kontroversi: Early Access Control Resonant Hanya untuk PS5 Deluxe Edition
Baca dalam 60 detik
- Remedy Entertainment mengonfirmasi bahwa fitur early access Control Resonant hanya tersedia di PS5 Digital Deluxe Edition, sementara versi Xbox dan PC tidak mendapatkannya.
- Kebijakan ini memicu perdebatan di kalangan gamer karena dianggap tidak adil, mengingat harga Deluxe Edition sama di semua platform.
- Keputusan eksklusivitas ini berpotensi memengaruhi persepsi konsumen terhadap model bisnis early access yang selama ini dianggap setara antar platform.

Remedy Entertainment memicu kontroversi baru di industri gim dengan kebijakan early access eksklusif untuk Control Resonant. Dalam pengumuman resmi, studio asal Finlandia itu menegaskan bahwa hanya pemilik PlayStation 5 yang bisa menikmati gim lebih awal melalui edisi Deluxe, sementara pengguna Xbox Series X|S dan PC harus menunggu hingga tanggal rilis resmi.
Kebijakan ini diumumkan oleh manajer komunikasi Remedy, Thomas Puha, melalui akun media sosialnya. Ia mengonfirmasi bahwa fitur early access yang memungkinkan pemain memulai petualangan pada 22 September 2026—dua hari lebih cepat dari jadwal rilis standar 24 September—hanya tersedia di PS5 Digital Deluxe Edition. Edisi tersebut dibanderol dengan harga €69,99 di semua platform, tanpa perbedaan konten bonus seperti kostum, buku seni digital, soundtrack orisinal, artefak, dan sumber daya awal.
Keputusan ini langsung menuai kritik dari komunitas gamer. Banyak yang menilai langkah Remedy tidak konsisten dengan praktik industri yang selama ini memberikan early access secara seragam di semua platform untuk edisi Deluxe. Sebelumnya, model seperti ini lazim ditemukan pada judul-judul besar seperti Call of Duty atau Battlefield, di mana pembeli edisi premium dapat bermain lebih awal tanpa memandang platform. Dengan adanya perlakuan berbeda, muncul kekhawatiran bahwa konsumen di Xbox dan PC diperlakukan sebagai kelas dua.
Bagi pasar Indonesia, kebijakan ini memiliki implikasi tersendiri. Meskipun basis pemain konsol di Indonesia masih didominasi PlayStation, pengguna Xbox dan PC juga cukup signifikan, terutama di kalangan gamer kompetitif. Jika tren eksklusivitas early access seperti ini meluas, konsumen Indonesia yang memilih platform non-PlayStation bisa merasa dirugikan, terutama karena harga edisi Deluxe tidak berbeda. Hal ini juga berpotensi memengaruhi keputusan pembelian gim di masa depan, di mana faktor kesetaraan akses menjadi pertimbangan penting.
Analis industri gim menilai langkah Remedy ini sebagai strategi untuk memperkuat hubungan dengan Sony, mengingat Control Resonan merupakan sekuel dari Control yang sebelumnya juga memiliki kesepakatan eksklusivitas konten dengan PlayStation. Namun, strategi ini berisiko mengalienasi basis penggemar di platform lain. “Ini adalah langkah berani yang bisa menjadi bumerang jika tidak dikelola dengan komunikasi yang baik,” ujar seorang pengamat industri yang enggan disebut namanya. “Gamer modern sangat sensitif terhadap perlakuan tidak adil, terutama ketika mereka membayar harga yang sama.”
Ke depan, pertanyaan besar yang muncul adalah apakah Remedy akan mempertahankan kebijakan ini untuk perilisan gim-gim mendatang, atau justru menjadi preseden bagi studio lain untuk menerapkan model serupa. Jika ya, maka konsep early access yang selama ini menjadi nilai tambah bagi pembeli edisi Deluxe bisa kehilangan maknanya. Konsumen mungkin akan lebih selektif dalam memilih platform, atau bahkan menunda pembelian hingga rilis resmi sebagai bentuk protes. Satu hal yang pasti: keputusan Remedy telah membuka diskusi baru tentang keadilan dalam model bisnis gim modern.



